Page 40 - Cerita Cinta Enrico by Ayu Utami
P. 40
a yu Utami
Kami menghiasi pohon itu dengan kulit telur yang telah di ke-
ringkan dan dibersihkan. lilin-lilin merah ajaib kami pasang di
bawahnya. Ibu menyiapkan hidangan istimewa untuk makan
malam: mi goreng. Dan kue-kue tentunya. Dan begitu petang
tiba, kami bertiga berkumpul untuk bersantap. aku, ibu, dan
ayahku. Kami menyalakan lilin-lilin merah. aku merasa sedikit
sayang bahwa lilin-lilin itu mulai meleleh dan kehilangan
bentuk necisnya. Tapi tak apa. Kami membaca kisah natal, lalu
makan malam sambil bercerita macam-macam.
Dan ayahku bercerita bahwa pohon natal itu ditebangnya
dari makam Sanda.
Malam itu aku mulai tahu bahwa kakakku sudah tidak ada
lagi.
34
Enrico_koreksi2.indd 34 1/24/12 3:03:52 PM