Page 43 - Cerita Cinta Enrico by Ayu Utami
P. 43

Ce r i t a   Ci n t a   E n r i c o

                 buah kering di dalamnya memberi kejutan. Bahkan sukadenya
                 pun Ibu buat sendiri dari kulit jeruk yang tebal. Ia campurkan
                 juga rajangan manisan kolang-kaling ke sana. Katanya, karena
                 banyak buah Eropa yang tidak ada di sini. Sampai mati aku
                 akan merasa bahwa Christmas Stolen adalah roti paling enak
                 sedunia. Selain ketan, yang aku juga tergila-gila. Tapi kali itu
                 libur natal dan Ibu membuat tart, bukan ketan juruh.
                    Kali ini ayah tidak ikut. Ia harus berjaga di kantor hari itu.
                 aku dan Ibu pergi berdua saja ke Kolam Renang Teratai dari
                 rumah kami di asrama militer Belakang Tangsi. Kami berja-
                 lan  bergandengan  tangan  mesra.  aku  sangat  bahagia.  aku
                 sangat bangga. Jika aku menoleh ke atas, kulihat wajah ibuku.
                 leher nya menjulang dari kerah renda. Kepalanya selalu tegak.
                 Ia tak pernah menunduk seperti orang tidak percaya diri. Di
                 atas  ram    butnya  adalah  payung  berbunga  yang  dipegangnya
                 secara anggun dengan tangan lainnya (tangannya yang satu
                 meng  genggam tanganku mesra). Jika aku menoleh ke ba wah,
                 kulihat  rok  ibuku  yang  kembang,  dan  sepasang  hebat  kaki
                 dengan  pantovel  yang  telah  kusentuh,  yang  berayun-ayun
                 menapaki tanah dengan gagah.
                    Kolam Renang Teratai di Jalan Sudirman adalah yang pa-
                 ling modern di masa itu. airnya bukan tampungan sungai me-
                 lainkan  dari  perusahaan  air  minum  negara—air  yang  telah
                 diproses—sehingga tak ada katak atau ular yang senang men-
                 dekam di sana. Kolamnya juga besar; bisa untuk pertanding an
                 Olimpiade, kata ibuku. aku telah mengalahkan Ibu dalam hal
                 renang. Ia hanya berenang menyeberang lebar kolam, semen-
                 tara aku telah bolak-balik panjangnya.
                    Hari itu aku dan Ibu begitu senang sehingga kami bere-
                 nang banyak sekali. Diselingi makan kue dan minum limun.


                                                                          37



       Enrico_koreksi2.indd   37                                      1/24/12   3:03:52 PM
   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48