Page 42 - Cerita Cinta Enrico by Ayu Utami
P. 42

a yu Utami

                   lihatlah, pantovel itu sudah berkilau-kilau di bawah sinar
               matahari  yang  masuk  dari  ventilasi.  aku  mengembali kan
               perkakas semir dengan rasa bangga atas hasil kerjaku. Sebentar
               lagi pipiku akan merona ketika Ibu mengelus rambutku dan
               men cium dahiku, tanda ia mengagumi jerihpayahku. Dan itu-
               lah yang terjadi. lalu—ini bagian yang paling mendebarkan—
               sepasang kaki istimewanya akan menelusup ke dalam se  patu
               yang telah terkena sentuhanku. Slup! Dan, selalu be gitu, selalu
               mendebarkan, Ibu akan terangkat dari atas tanah, men  jelma
               sesosok peri, dalam roknya yang mengembang di ba wah dan
               menguncup di pinggang seperti payung, kemejanya yang rapi
               dan berenda di dada.
                   Tas renang kami pun telah siap. Hatiku melonjak-lonjak.
               Pergi renang adalah kebiasaan kami. Biasanya sepekan sekali.
               Jika libur, bisa dua kali seminggu. lihatlah, tas itu telah kem-
               bung oleh perlengkapan: swimpak, washlap, handuk, sabun,
               dan  penganan  buatannya  sendiri.  Ibu  membuat  segala  hal
               sen diri. Makanan hingga baju renang kami dibikinnya sendiri.
               Celana renangku sangat hebat, membuat aku merasa bagai kan
               Tarzan. Modelnya cawat, warnanya loreng, tidak disambung
               utuh,  melainkan  dibuatnya  sedemikian  rupa  sehingga  di
               bagian pinggang, kanan dan kiri, aku harus mengikat sendiri
               tiga simpul yang bersusun. Tali-tali itulah yang membuat aku
               merasa  liar  dan  merdeka  seperti  Tarzan.  Swimpak  buatnya
               dan ayah juga ia jahit sendiri.
                   Hari itu Ibu telah membuat apa yang kusebut sebagai tart
               tetapi  sesungguhnya  adalah  sejenis  Christmas  Stolen—roti
               padat beraroma kayu manis dengan kismis dan sukade di da-
               lamnya dan luarnya dibaluri salju dari gula tepung. aku suka
               sekali  roti  padat  itu.  Kepadatannya  mengenyangkan.  Buah-


           36



       Enrico_koreksi2.indd   36                                      1/24/12   3:03:52 PM
   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47