Page 36 - E-MODUL BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
P. 36
Lingkungan yang bersih akan menyebabkan orang enggan membuang sampah
sembarangan.
Dalam teori Bandura, kognisi memiliki peran yang sangat penting. Hal ini tampak dari salah
satu teori yang dikemukakan oleh Bandura, yaitu self-efficacy. Self-efficacy tingkat keyakinan
seseorang akan kemampuannya menguasai situasi dan menghasilkan hasil yang positif dalam
mengerjakan suatu tugas (Santrock, 2011).
Selain self-efficacy, teori lain yang sangat erat kaitannya dengan Bandura adalah teori belajar
observasional atau teori belajar modeling. Menurut Bandura belajar yang efektif bila dilakukan
dengan meniru. Melalui meniru dapat menghindarkan perilaku belajar yang coba-coba gagal
(trial and error) dan dapat menyebabkan perilaku belajar lebih efisien. Tahap-tahap belajar
observasional atau belajar melalui meniru atau juga disebut belajar melalui model terdiri dari:
atensi, retensi, produksi, dan motivasi.
Atensi. Sebelum peserta didik meniru tindakan model, peserta didik harus memperhatikan
perilaku atau ucapan model. Retensi, untuk mereproduksi tindakan model peserta didik harus
mengodekan informasi dan menyimpannya di dalam ingatan sehingga informasi itu bisa
diambil atau dipanggil kembali bilamana diperlukan. Produksi, yaitu melakukan tindakan atau
perkataan model dengan jalan meniru tindakan atau perkataan model. Motivasi, menunjuk
kepada keinginan atau niat peserta didik untuk melakukan apa yang dilakukan atau dikatakan
model. Bisa jadi peserta didik yang memiliki kemampuan untuk meniru tindakan atau
perkataan model, akan tetapi jika peserta didik tidak ingin atau tidak berniat melakukan, maka
belajar tidak akan terjadi secara optimal.
C. Bahan Diskusi
1. Apa yang harus dilakukan guru agar informasi yang masuk ke memori peserta didik
secara optimal masuk ke long-term memory?
2. Kemukakan keunggulan belajar melalui meniru atau modeling!
32