Page 46 - E-MODUL BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
P. 46
mengaplikasikan konsep. Peserta didik
diharapkan mampu mengembangkan
dan menguji hipotesis, serta belajar
bermakna.
3 Latihan Inkuiri Richard Suchman Meningkatkan keingintahuan dan
(Inquiry Training) kemampuan melakukan eksplorasi,
memahami cara mengumpulkan dan
mengolah informasi, mengembangkan
dan menguji hipotesis, membangun
konsep, serta berpikir tentang sebab-
akibat.
4 Inkuiri Ilmiah Suchman Meningkatkan keingintahuan terhadap
sebuah fenomena, merancang
eksplorasi, mengumpulkan dan
menganalisis data untuk memahami
fenomena yang terjadi.
5 Perkembangan Jean Piaget Meningkatkan pengembangan
Kognitif Lawrence intelektual secara umum dan mengatur
Kohlberg Edmun pembelajaran untuk memfasilitasi
Sullivan Irving perkembangan intelektual.
Sigel
6 Advance Organizer David Ausubel Rancangan untuk meningkatkan
kemampuan menyerap dan mengelola
informasi, terutama belajar dari guru
dan membaca.
7 Belajar Pola Michael Pressley Meningkatkan kemampuan memperoleh
(mnemonik) informasi, konsep, sistem konseptual,
dan kontrol metakognitif dari
kemampuan mengolah informasi.
1. Model Pembelajaran Berpikir Induktif
Model pembelajaran berpikir induktif (inductive thinking) merupakan strategi langsung untuk
mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Eggen & Kauchak, 1996). Model
pembelajaran ini berdasarkan pada teori konstruktivisme yang berpandangan bahwa peserta
didik mengonstruksi pengetahuannya sendiri. Model berpikir induktif memiliki banyak variasi,
namun sintaks pembelajaran model berpikir induktif secara umum adalah: 1) pengenalan
pelajaran, 2) fase divergen (open-ended), 3) fase konvergen, 4) penutup, dan 5) fase aplikasi.
Unsur-unsur model pembelajaran induktif dapat dilihat pada Tabel 9.2.
Tabel 9.2 Model Pembelajaran Induktif
42