Page 51 - E-MODUL BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
P. 51
5. Model Pembelajaran Advance Organizer
Model pembelajaran advance organizer dikembangkan berdasarkan teori Ausubel tentang
belajar verbal bermakna. Teori tersebut terkait dengan organisasi pengetahuan, yakni
bagaimana proses berpikir dalam mengolah informasi baru. Ausubel memikirkan cara
menolong guru dalam menyampaikan informasi yang banyak dan bermakna, di mana guru
bertindak sebagai penceramah. Kekuatan model ini adalah dalam memberi pengalaman belajar
dengan struktur kognitif yang digunakan untuk memahami materi yang disajikan dalam
pembelajaran, dalam membaca, dan dengan menggunakan media belajar lainnya. Dengan
beberapa penyesuaian model ini dapat dipadukan dengan model yang lain, misalnya
dikombinasikan dengan model induktif. Unsur-unsur model pembelajaran Advance Organizer
ditampilkan pada Tabel 9.6.
Tabel 9.6 Model Pembelajaran Advance Organizer
Unsur Deskripsi
Sintaks Fase 1 : Penyajian advance organizer
1. Mengkl asi fi kasi tuju an pembelajaran
2. Menyajikan pengaturan (organizer)
3. Mengidentifikasi atribut definisi
4. Memberikan contoh atau ilustrasi jika sesuai
5. Memberikan konteks
6. Melakukan pengulangan
7. Mendorong kesadaran peserta didik akan
pengetahuan dan pengalaman yang relevan
Fase 2 : Penyajian tugas belajar atau materi
1. Menyajikan materi
2. Membuat keteraturan logis dari materi ajar secara
eksplisit
3. Menghubungkan materi dengan pengaturan
Fase 3: Pengaturan organisasi kognitif
1. Menggunakan prinsip untuk mengatur kembali
hubungan secara terpadu
2. Membuat pendekatan kritis terhadap materi ajar
3. Klarifikasi ide
4. Menerapkan ide secara aktif
Sistem Sosial Sangat terstruktur, membutuhkan kolaborasi aktif
antara guru dan peserta didik.
Prinsip Reaksi
Sistem Pendukung
Dampak
a. Dampak Instruksional Struktur konsep, serta asimilasi bermakna dari ide dan
informasi
b. Dampak Pengiring Ketertarikan dalam inkuiri, dan kebiasaan berpikir cermat
47