Page 10 - MODUL METODOLOGI PENELITIAN PEND 2021 _Neat
P. 10

dan  bagan  konseptual  itu  dapat  menunjukkan  hal  yang  benar,
                                namun dapat pula menyesatkan. Misalnya: Peranan hukuman dan
                                ganjaran dalam pendidikan. Penemuan ilmiah adalah membatasi
                                kebenaran akal sehat tersebut. Hal ini sesuai hasil penelitian dalam
                                bidang  psikologi  dan  pendidikan  bahwa  “  ganjaran”  yang  paling
                                utama dalam pendidikan.
                            (b)  Pendekatan  Prasangka  yaitu  pencapaian  pengetahuan  dengan
                                akal  sehat  yang  diwarnai  oleh  kepentingan  orang  yang
                                melakukannya,  dan  hal  yang  demikian  itu  menyebabkan  “akal
                                sehat” mudah beralih menjadi “prasangka”. Orang sering cendrung
                                melihat hubungan antara dua hal sebagai hubungan sebab akibat
                                yang  langsung  dan  sederhana,  pada  hal  sesungguhnya  gejala
                                yang diamati itu merupakan akibat dari berbagai hal. Dengan akal
                                sehat, orang cendrung kearah pembuatan kesimpulan/generalisasi
                                yang terlalu luas, yang akhirnya merupakan “prasangka”.
                            (c)  Pendekatan intuitif yaitu orang menentukan “pendapat” mengenai
                                sesuatu  berdasarkan  atas  “pengetahuan”  yang  langsung  atau
                                didapat dengan cepat, melalui proses yang tak disadari atau tidak
                                dipikirkan  terlebih  dahulu.  Dengan  intiusi  orang  memberikan
                                penilaian tanpa didahului suatu renungan. Dan pengetahuan yang
                                dicapai dengan ara demikian itu adalah sukar dapat dipercaya, di
                                sini tidak terdapat langkah-langkah yang sistematis dan terkendali.
                                Metode yang demikian itu biasa disebut metode “apriori”. Dalil-dalil
                                seseorang  yang  apriori  adalah  cocok  dengan  penalaran,  tetapi
                                belum tentu cocok dengan pengalaman atau data empiris.
                            (d)  Penemuan Secara Kebetulan dan Coba-coba. Penemuan secara
                                “kebetulan”  banyak terjadi, dan banyak diantaranya yang sangat
                                berguna,  Misalnya,  penemuan  obat  kina  untuk  penyembuhan
                                penyakit malaria. Penemuan kebetulan ini diperoleh tanpa rencana,
                                tidak pasti, dan tidak melalui langkah-langkah yang sistematis dan
                                terkendali  (kontrol).  Penemuan  “coba-coba”  diperoleh  tanpa
                                kepastian  akan  diperolehnya  sesuatu  kondisi  tertentu  atau
                                pemecahan  suatu  masalah.  Melalui  coba-coba,  pemecahan
                                masalah terjadi secara kebetulan, setelah dilakukan serangkaian
                                usaha;  usaha  yang  berikut  biasanya  agak  lain,  yaitu  lebih  maju
                                daripada yang sebelumnya. Penemuan secara kebetulan biasanya
                                (umumnya) tidak efisien dan tidak terkontrol.
                            (e)  Pendapat Otoritas Ilmiah dan Pikiran Kritis
                                Otoritas ilmiah adalah orang-orang yang biasanya telah menempuh
                                pendidikan  formal  tertinggi  atau  yang  mempunyai  pengalaman
                                kerja ilmiah dalam sesuatu bidang yang cukup banyak. Pendapat-
                                pendapat mereka sering diterima orang tanpa diuji terlebih dahulu,
                                karena dipandang benar. Namun pendapat otoritas ilmiah itu tidak
                                selamanya benar.
                            (f)  Pendektan Deduksi dan Induksi
                                “Deduksi” merupakan cara menarik kesimpulan dari yang umum ke
                                yang  khusus.  Agar  proses  berpikir  deduktif  itu  dapat
                                mengahasilkan  kesimpulan  yang  baik,  maka  Aristoteles



                                                                                                      8
   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15