Page 74 - E-Modul Pembelajaran Micro_Neat
P. 74
d. Memotivasi peserta didik agar lebih aktif dalam pembelajaran.
9.3 Jenis-jenis Variasi Pembelajaran
Terdapat 3 klasifikasi variasi dalam pembelajaran (Wahyulestari, 2018), yakni:
a. Variasi dalam cara mengajar guru
Meliputi penggunaan variasi suara (teacher voice), pemusatan perhatian
peserta didik (focusing), kesenyapan atau kebisuan guru (teacher silence),
mengadakan kontak pandang dan gerak (eye contact and movement), gerakan
badan dan mimik atau bariasi dalam ekspresi wajah guru dan perhantian posisi
guru dalam kelas dan gerak guru (teacher movement). Menurut Hasibuan dan
Ibrahim (dalam Setriani, 2017) semua keterampilan ini dilakukan dengan
maksud tertentu dan secara wajar untuk menarik dan mempertahankan minat
serta semangat peserta didik dalam belajar (Hasibuan dan Ibrahim,
b. Variasi dalam penggunaan media dan alat pengajaran
Media dan alat pengajaran bila ditinjau dari indera yang digunakan dapat
digolongkan ke dalam tiga bagian, yakni dapat didengar, dilihat, dan diraba.
Adapun variasi penggunaan alat antara lain: variasi alat atau bahan yang dapat
dilihat (visual aids), variasi alat atau bahan yang dapat didengar (auditif aids),
variasi alat atau bahan yang dapat diraba (motoric), dan variasi alat atau bahan
yang dapat didengar, dilihat dan diraba (audio visual aids).
c. Variasi pola interaksi
Pola interaksi guru dengan murid dalam kegiatan belajar mengajar sangat
beraneka ragam coraknya. Penggunaan variasi pola interaksi dimaksudkan
agar tidak menimbulkan kebosanan, kejemuan, serta untuk menghidupkan
suasana kelas demi keberhasilan peserta didik dalam mencapai tujuan.
9.4 Prinsip-prinsip Variasi Belajar
Prinsip-prinsip variasi belajar adalah variasi mengajar adalah dasar-dasar yang
perlu dipahami dalam menggunakan gaya mengajar atau variasi dalam
menggunakan media dan bahan-bahan pengajaran di kelas. Beberapa variasi
belajar menurut para ahli (dalam Tahir & Elihami, 2019) adalah sebagai berikut:
69

