Page 77 - BAHAN AJAR MSDM ORGANISASI PUBLIK BY JANDRY P. Z RATU KADJA, SE.,M.Si
P. 77

72 | Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi Publik
                                              8



                             PENILAIAN KINERJA PEGAWAI




            Urgensi dan Pengertian Penilaian Kinerja Pegawai
                  Penilaian kinerja pegawai (performance appraisal) atau biasa juga
            disebut  penilaian  prestasi  pegawai  merupakan  bagian  yang  sangat
            penting  dalam  manajemen  sumber  daya  manusia.  Penilaian  kinerja
            sering  dipakai  sebagai  dasar  bagi  kompensasi,  perbaikan  kerja
            manajemen, umpan balik, dokumentasi, keputusan-keputusan pegawai
            (misalnya,  promosi,  transfer,  pemecatan,  pemberhentian),  analisis
            kebutuhan latihan, pengembangan pegawai, penelitian dan evaluasi.
                  Oleh karena itu, penilaian kinerja perlu dilakukan secara obyektif
            agar  dapat  meningkatkan  keunggulan  kompetitif  melalui  peningkatan
            produktivitas dan pelayanan yang baik serta responsiv terhadap pasar
            (pelanggan). Informasi mengenai penilaian kinerja sangat berguna baik
            pegawai    maupun     organisasi.    Bagi   pegawai    informasi   dapat
            meningkatkan  prestasi  kerjanya  dan  dapat  pula  terjadi  sebaliknya
            menurunkan semangat kerja jika informasi itu tidak benar. Sedangkan
            bagi organisasi seperti yang disebutkan pada bagian atas.
                  Meskipun  penilaian  kinerja  pegawai  memiliki  peran  penting,
            tetapi masih sedikit organisasi yang menentukan dengan jelas apa yang
            dinilai.  Agar  memudahkan  mendesain  sistem  penilaian  kerja,  maka
            didefinisikan  dengan  jelas  apa  maksud  dengan  “kinerja”.  Walaupun
            kinerja seseorang tergantung pada kombinasi kemampuan, usaha, dan
            kesempatan  tetapi  hal  itu  dapat  diukur  dari  hasil  kerja  yang  dicapai.
            Kinerja  (performance)  menurut  Bernardin  dan  Russel  (1993  :  379),
            adalah  sebagai  “laporan  hasil  yang  diperoleh  pada  fungsi  pekerjaan
            tertentu atau aktivitas yang dilakukan selama periode waktu tertentu”.
            Misalnya,  seorang  pelatih  dalam  suatu  pelatihan.  Untuk  menilai
            kinerjanya  perlu  dilihat  “organisasi  presentasi”  yang  ditentukan  oleh
            presentasi materi pilihan, yang sistematis dan  cara atau metode yang
            digunakan.    Sejauhmana     kemampuan       pelatih   tersebut    dalam
            mempresentasikan materi latihan tersebut dengan baik.
                  Contoh  lain,  seorang  dosen  diperguruan  tinggi  secara  khusus
            dinilai  atau  dievaluasi  melalui  tiga  fungsinya,  yaitu  :  mengajar,
            meneliti, dan melakukan  pengabdian pada masyarakat.
                  Untuk  mengukur  kinerja  suatu    pekerjaan  secara  keseluruhan
            adalah  dengan  menjumlah  (atau  rata-rata)  kinerja  pada  fungsi-fungsi
            suatu pekerjaan atau kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Misalnya, ada
            beberapa  fungsi  yang  harus  dilakukan  seorang  pelatih  dalam  suatu
            pelatihan,   seperti   menggunakan     contoh-contoh    yang   relevan,
            keterlibatan para peserta pelatihan, prosedur evaluasi yang dilakukan
   72   73   74   75   76   77   78   79   80   81   82