Page 79 - BAHAN AJAR MSDM ORGANISASI PUBLIK BY JANDRY P. Z RATU KADJA, SE.,M.Si
P. 79

74 | Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi Publik


            yang  diperlukan  dalam  melaksanakan  tugas  pokok  tanpa  menunggu
            perintah atasan.
            8.   Kepemimpinan
                  Kepemimpinan     adalah    kemampuan      seorang   PNS    untuk
            meyakinkan orang lainagar melaksanakan tugas pokok. Kepemimpinan
            hanya  dinilai  bagi  PNS  yang  berpangkat  pengatur  muda  golongan
            ruang II/a atas yang memangku suatu jabatan.
                  Berdasarkan  unsur-unsur yang  dinilai  dalam  mengukur  kinerja
            PNS,  maka  dapat  dikatakan  bahwa  seorang  PNS  loyalitas   menjadi
            unsur utama dan pertama. Hal ini dapat dilihat bahwa seorang pegawai
            negeri itu baru dapat naik pangkat atau menduduki jenjang yang lebih
            tinggi kalau dia mendapat nilai-nilai “kesetiaan” amat baik  (Skor,  91-
            100). Jadi, kesetiaan itu adalah segala-galanya dalam PNS.
                  Bagi PNS tampaknya produktivitas, prestasi kerja dan kreativitas
            belum  menjadi  tuntutan  utama  dalam  melangkah  ke  jenjang
            kepangkatan  yang  lebih  tinggi.  PNS  bisa  saja  naik  pangkat  atau
            menduduki  jabatan  yang  lebih  tinggi  meskipun  prestasi  kerjanya
            kurang  baik,  kita  belum  pernah  mendengar  penundaan  kenaikan
            pangkat PNS karena prestasi kerjanya yang rendah.
                  Agar  PNS  mempunyai  keunggulan  kompetitif,  maka  dasar
            penilaian  untuk  dapat  naik  pangkat  atau  melangkah  ke  jenjang  yang
            lebih  tinggi  (jabatan  yang  lebih  tinggi)  seyogyanya  berdasarkan
            kemampuan, kreativitas dan prestasi kerja PNS itu sendiri.
                  Hal lain yang perlu mendapat perhatian dalam penilaian  kinerja
            PNS adalah sistem penilaian itu harus “fair”. Artinya, sistem penilaian
            harus  jelas  indikator-indikatornya,  sehingga  semua  PNS  dapat
            memahaminya.  Skor-skor  atau  angka  yang  muncul  dalam  Daftar
            PenilaianPelaksana Pekerjaan (DP3) tidak jelas asal muasalnya tampak
            seperti dikira-kira. Kenyataan menunjukkan bahwa ada kecenderungan
            PNS  yang  mempunyai  hubungan  baik  dengan  pimpinan          (pejabat
            penilai)  memiliki  nilai  DP3  yang  tinggi  dibandingkan  dengan  yang
            lainnya.  Pada sisi  lain  sering terjadi  nilai DP3  tersebut  dibuat  sendiri
            oleh  yang  dinilai  setelah  semua  terisi  atasan  penilai  tinggal  tanda
            tangan.
                  Di samping parameter penilaian harus jelas, penialain juga harus
            dilakukan  oleh  atasan  langsung  setiap  hari  dengan  cara  memonitor
            aktivitas pegawai melalui daftar isian kegiatan harian, misalnya seperti
            tabel di bawah ini dan dikumpul setiap jum’at (akhir minggu).
   74   75   76   77   78   79   80   81   82   83   84