Page 83 - BAHAN AJAR MSDM ORGANISASI PUBLIK BY JANDRY P. Z RATU KADJA, SE.,M.Si
P. 83

78 | Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi Publik


               ideal  melakukan  kegiatan itu  atau mencapai tujuan kegiatan  yang
               diharapkan,
            2)  Kuantitas  :  jumlah  yang  dihasilkan,  yang  dinilai  dalam  rupiah,
               jumlah     unit,   atau    jumlah    perputaran     kegiatan    yang
               disempurnakan/diperbaiki,
            3)  Ketepatan   waktu   :   sampai   tingkat   mana   suatu   kegiatan   itu
               disempurnakan    atau  suatu  hasil  yang  diperoleh,  pada  waktu
               tercepat yang diinginkan  baik  dari  sudut  pengkoordinasian  dengan
               output lain, maupun memaksimalkan waktu yang tersedia terhadap
               kegiatan lain,
            4)  Keefektifan  biaya   :   sampai  tingkat  mana  penggunaan  sumber-
               sumber  daya  organisasi  (misalnya,  manusia,  moneter,  teknologi,
               material)   dimaksimalkan   dalam   arti   mendapatkan   hasil   yang
               tertinggi  atau  mengurangi  kerugian-kerugian  dari  setiap  unit  atau
               hal/contoh penggunaan sumber daya,
            5)  Membutuhkan supervisi :  sampai tingkat mana pegawai melakukan
               fungsi  pekerjaan  tanpa  harus  memerlukan  bantuan  supervisi
               ataukah  memerlukan  intervensi  supervisi  untuk  mencegah  suatu
               yang merugikan,
            6)   Dampak  interpersonal  :  sampai  tingkat  mana  pegawai  mendorong
               perasaan-perasaan  menghargai  diri  sendiri,  keinginan  baik,  dan
               bekerja sama diantara para teman dan bawahan.
            c.   Pendeskripsi Tingkat Kinerja (PTK) (Performance Level Descriptors)
                  Ada  3  bentuk  pendeskripsi  tingkat  kinerja,  yaitu  prase  sifat,
            deskripsi perilaku atau insiden kritis, dan hasil yang diperoleh. Standar
            sifat, seperti kekuasaan, "sangat rendah", "di bawah standar", "jarang".
            Hal ini dapat diinterprestasi berbeda antara satu penilai dengan penilai
            lainnya. Perilaku PTK terdiri dari deskripsi tindakan atau perilaku yang
            diambil untuk orang yang dinilai. Perilaku PTK sangat berguna untuk
            menyumbangkan  tujuan  karena  penilai  memberikan  umpan  balik
            perilaku tertentu kepada para pegawai (misalnya, dengan menentukan
            keterampilan  yang  membutuhkan  perbaikan).  PTK  yang  berorientasi
            pada  hasil  didasarkan  pada  hasil  yang  diperoleh.  Contohnya,  jumlah
            keluhan  pelanggan,  jumlah  unit  yang  diproduksi,  jumlah  unit  yang
            tidak sesuai dengan kendali mutu, atau jumlah hari absen.
            2.  Proses Penilaian
                  Ada 5 hal yang perlu diperhatikan dalam proses penilaian, yaitu :
            tipe  skala  penilaian,  tipe  instrumen  penilaian,  mengontrol  kesalahan
            penilaian,  menghitung  hambatan-hambatan  situasional  pada  kinerja,
            dan  metode  perhitungan  skor  menyeluruh.  (Bernardin  dan  Russel,
            1993).
            a.  Tipe skala penilaian
                  Tipe skala  penilaian yang biasa digunakan adalah ordinal, yaitu
            dirangking  mulai  paling  tinggi  sampai  paling  rendah  atau  terbaik
            sampai  yang  terburuk.  Pengukuran  lainnya  yang  biasa  digunakan
            adalah suatu skala  penilaian yang lebih  tepat  daripada  ordinal,  yaitu
   78   79   80   81   82   83   84   85   86   87   88