Page 85 - BAHAN AJAR MSDM ORGANISASI PUBLIK BY JANDRY P. Z RATU KADJA, SE.,M.Si
P. 85

80 | Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi Publik


            e.  Mempertimbangkan      hambatan-hambatan       situasional     kinerja
               pegawai.
                  Ada  banyak  hambatan-hambatan  situasional  dalam  penilaian
            kinerja pegawai yaitu :
               1)  Absentisme atau pergantian pegawai,
               2)  Kelambanan prosedur,
               3)  Dukungan notulis (clerical)  yang tidak mencukupi,
               4)  Kekurangan persediaan dan/atau bahan baku,
               5)  Pembatasan kegiatan-kegiatan yang menelan biaya yang terlalu
                    banyak,
               6)   Kondisi-kondisi pekerja fisik yang tidak mendukung,
               7)   Ketidaksanggupan memberi upah staf yang dibutuhkan,
               8)   Ketidakcukupan kinerja personil dalam unit kerja,
               9)   Ketidakcukupan kinerja bawahan,
               10)   Ketidakcukupan kinerja manajer,
               11)   Ketidakefisienan  atau  tidak  jelasnya  struktur  atau  hubungan
                    pelaporan dalam organisasi,
               12)   Terlalu   banyak   syarat-syarat   pelaporan   dan   kertas   kerja
                    administrativ,
               13)   Beban kerja yang tidak dapat diramalkan (unpredictable),
               14)   Terlalu banyak beban biaya,
               15)   Perubahan-perubahan dalam kebijakan administratif, prosedur,
                    dan/atau regulasi,
               16)   Tekanan dari teman kerja yang membatasi kinerja individual,
               17)   Perubahan   yang   tidak   dapat   diramalkan   atau   tambahan-
                   tambahan tipe pekerjaan yang diberikan,
               18)   Kurang peralatan yang cocok,
               19)   Kurangnya komunikasi didalam organisasi,
               20)   Kualitas bahan mentah,
               21)   Kondisi-kondisi ekonomi (misalnya, tingkat bunga, ketersediaan
                    buruh, dan biaya barang-barang dan jasa-jasa yang pokok),
               22)   Ketidakcukupan latihan.
            f.  Menghitung skor keseluruhan
                  Penilaian  kinerja  didasarkan  pada  fungsi   penting  pekerjaan,
            produksi  atau  jasa  yang  dihasilkan.  Hasil  penjumlahan  skor  dari
            semua  fungsi  pekerjaan  akan  menandakan  kinerja  suatu  pekerjaan
            secara  keseluruhan.  Ada  dua  cara  penjumlahan  skor  secara
            keseluruhan, yaitu :
               1)  Judgemental
                   Bentuk-bentuk  penilaian  merupakan  pertimbangan  subyektif
               (subjective  judgement)  dari  kinerja  keseluruhan.  Pertimbangan  ini
               dilakukan  biasanya  sesudah  menyempurnakan  penilaian  kinerja
               setiap  dimensi  pekerjaan  (misalnya,  komunikasi  lisan  negosiasi,
               pelayan jasa).
   80   81   82   83   84   85   86   87   88   89   90