Page 82 - BAHAN AJAR MSDM ORGANISASI PUBLIK BY JANDRY P. Z RATU KADJA, SE.,M.Si
P. 82

Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi Publik  | 77



                  b.   Para   penilai     (rateers)     harus     mempunyai     kesempatan
                     mengobservasi   langsung   pegawai   yang   dinilai   (ratee)  atau
                     meriviu hasil kinerja pegawai yang dinilai yang penting,
                  c.   Menggunakan  lebih  dari  satu  penilai  diperlukan  sekali  agar
                     dapat  memperkecil  pengaruh  dari  seorang  penilai        dan
                     mengurangi pengaruh prasangka. (Bernardin dan Russel, 1993).
              Mendesain Sesuatu Sistem Penilaian

                    Berbagai kontroversi dan kebingungan yang biasa terjadi diantara
              para pegawai yang dinilai dan juga diantara para penilai, karena tidak
              adanya suatu sistem yang baku dalam penilaian kinerja pegawai. Oleh
              karena itu, perlu didesain suatu sistem penilaian yang dapat diterima
              oleh  berbagai  pihak  dengan  melibatkan  manajer  atau  pimpinan,  para
              pegawai,  dan  profesional  SDM  dalam  membuat  keputusan-keputusan
              yang berkaitan dengan isu-isu dibawah ini :
              1.  Isi penilaian,
              2.  Proses penilaian,
              3.  Penentuan penilaian (misalnya, siapa yang akan menilai kinerja),
              4.  Penentuan   pegawai   yang   dinilai   (misalnya,   level   kinerja   yang
                  dinilai),
              5.   Karakteristik Administratif (Bernardin dan Russel, 1993).
              1.   Isi penilaian
                    Ada  3  hal  yang  perlu  dipertahankan  dalam  isi  penilaian  yang
              berkaitan  dengan  mendesain  suatu  sistem  penilaian,  yaitu  :  fokus
              penilaian, tipe kriteria, dan Pendeskripsian pada Level Kinerja (PLK).
              a.  Fokus penilaian
                    Penilaian  kinerja  pegawai  biasanya  berfokus  kepada  orientasi
              orang  (perilaku  pegawai)  ataukah  berfokus  pada  orientasi  pekerjaan
              (catatan hasil penyelesaian pekerjaan). Pada umumnya fokus penilaian
              itu  berorientasi  pada  hasil  (outcomes)  penyelesaian  pekerjaan.  Hal  ini
              dilakukan,  karena  fokus  penilaian  tersebut  efektif  dalam  pencapaian
              tujuan  organisasi  dan  berkaitan  langsung  dengan  misi,  tujuan  dan
              keperluan-keperluan pelanggan organisasi.
                    Penilaian  yang  berfokus  pada  sifat-sifat  manusia  (misalnya
              ketergantungan,  integritas,  loyalitas,  dan  sebagainya)  akan  dapat
              menimbulkan  berbagai  masalah  terhadap  pegawai  atau  menimbulkan
              berbagai  prasangka.  Penilaian  yang  berorientasi  pada  karakteristik-
              karakteristik  ini  akan  dapat  mengurangi  motivasi  para  pegawai  yang
              ada  dalam  organisasi  dan  pada  akhirnya  berpengaruh  terhadap
              produktivitas organisasi.
              b.  Tipe kriteria
                    Ada 6 kriteria utama dalam menilai kinerja pegawai, yaitu :
              1)  Kualitas  :  sampai  tingkat  mana  proses  atau  hasil  kegiatan  itu
                 mendekati kesempurnaan, dalam artian apakah sesuai dengan cara
   77   78   79   80   81   82   83   84   85   86   87