Page 84 - BAHAN AJAR MSDM ORGANISASI PUBLIK BY JANDRY P. Z RATU KADJA, SE.,M.Si
P. 84

Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi Publik  | 79



              skala  interval.  Skala  ini  selain  menunjukkan  yang  satu  lebih  baik
              daripada  yang  lainnya  tetapi  juga  memberikan  informasi  bagaimana
              baiknya antara satu pegawai dengan lainnya.
              b.  Tipe instrumen penilaian
                    Ada  tiga  cara  pokok  penilai  dapat  membuat  penilaian  kinerja,
              yaitu  :  para  penilai  dapat  membuat  perbandingan  antara  kinerja
              pegawai,  para  penilai  dapat  membuat  perbandingan  antara  PTK  dan
              memilih  deskripsi  orang  yang  terbaik  untuk  dinilai  serta  para  penilai
              dapat membandingkan individu dengan PTK.
              c.  Mengontrol kesalahan penilaian
                    Kesalahan-kesalahan      penilaian      biasanya   tidak      dapat
              terhindarkan   karena   berbagai   faktor   yang   berpengaruh,   seperti
              observasi  penilai  itu  sendiri,  yang  sering  disebut  sebagai  penyebab
              kesalahan penilaian sebagai berikut :
                 1)  Kemurahan hati
                     Kemurahan   hati   merupakan   masalah   yang   serius   dalam
                 penilaian   kinerja   pegawai,   terutama   yang    berkaitan   dengan
                 keputusan  administratif  seperti  kompensasi  dan  promosi.  Hal  ini
                 dapat dilihat banyak pegawai yang tinggi hasil penilaian kinerjanya,
                 tetapi tidak sesuai dengan kinerja yang sebenarnya.
                 2)  Sentral tendensi
                     Penilaian kinerja pegawai cenderung berada pada skala tengah
                 yang  tidak  sesuai  dengan  kinerja  pegawai  yang  sebenarnya.  Pada
                 dasarnya penilai tidak menyukai penilain yang "ekstrim".
                 3)  Halo effect
                     Penilai mempergunakan impresi pribadi pegawai.
              d.  Pengaruh penilai
                    Hal  ini  sangat  berbeda  dengan  sentral  tendensi  dimana  penilai
              cenderung  memilih nilai  yang "ekstrim",  tinggi atau rendah.  Pengaruh
              penilai  dapat  disebabkan  favorit,  streotipe,  dan  bermusuhan  dengan
              pegawai   yang   dinilai.   Hal   ini   dapat   dijumpai   pada   berbagai
              diskriminasi,  seperti  warna  kulit,  dan  prasangka-prasangka  sahabat
              (friendship biases).
                 1)  Pengaruh kesan pertama dan terakhir
                     Penilaian   ini   sangat   dipengaruhi  oleh   penampilan   perilaku
                  pertama   pegawai   yang   dinilai   (primacy)   ataukah   penampilan
                  perilaku atau hasil akhir yang diperoleh (recency). Ada penilai yang
                  menilai  pegawai  tergantung  pada  penampilan  pertamanya  atau
                  sebaliknya.
                 2)  Perceptual set
                     Penilaian   ini   tergantung   pada   kecenderungan   para   penilai
                 melekat apa yang diinginkan atau apa yang diharapkan.
   79   80   81   82   83   84   85   86   87   88   89