Page 86 - BAHAN AJAR MSDM ORGANISASI PUBLIK BY JANDRY P. Z RATU KADJA, SE.,M.Si
P. 86

Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi Publik  | 81



                 2)  Matematika
                     Menghitung     secara   matematika     berbeda    dengan    cara
                 pertimbangan.  Perhitungan  secara  matematik  dilakukan  dengan
                 membobot  atau  tidak  membobot  rata-rata  dari  penilaian  kinerja
                 setiap fungsi pekerjaan.
              3.    Menentukan "Penilai"
                    Pada  umumnya  penilaian  kinerja  pegawai  mencakup  pegawai
              yang  dinilai,  supervisor,  peer,  klien  atau  pelanggan.  Diantara  para
              penilai  di  atas,  yang  paling  sering  digunakan  intuk  menilai  kinerja
              pegawai adalah supervisor.
                    Pada negara-negara maju penilaian kinerja pegawai itu bervariasi,
              ada organisasi yang manajernya di evaluasi oleh direkturnya dan juga
              menerapkan  penilaian  diri  sendiri.  Pada  organisasi  lain  ada  pula
              pegawai    yang    menilai    kinerjanya   sendiri   dan   mengevaluasi
              supervisornya.   Namun,   kenyataan   bahwa   pegawai    yang   menilai
              kinerjanya   sendiri   cenderung   menambah   inputnya   dalam   proses
              penilaian,  walaupun  proses  penilaian  seperti  ini  jarang  dilakukan.
              Tujuannya  adalah  untuk  mendorong  para  pegawai  berperan  aktif
              dalam pengembangan dirinya sendiri.
                    Penilaian yang sering juga dilakukan adalah tipe penilaian ganda
              (multiple reter type).  Tipe ini, penilaiannya dikumpulkan dari beberapa
              penilai kinerja pegawai dan hal ini dianggap akurat, kurang prasangka,
              dirasakan  lebih  fair,  dan  kurang  sering  dituntut  secara  hukum  dan
              keluhan-keluhan.
                    Selain  tipe  penilaian  di  atas,  ada  juga  organisasi  penilai  kinerja
              pegawai  dari  pelanggan  dan  peer.  Tipe  ini  biasanya  digunakan  pada
              organisasi  sebagai  sumber  informasi  penting  mengenai  kinerja
              pegawainya yang berhubungan pelayanan pelanggan.
              4.    Menentukan 'pegawai yang dinilai"
                    Penilaian  bukan  saja  ditujukan  pada  level  kelompok,  seperti
              kelompok  kerja  mandiri,  tim  kerja,  dan  manajemen  partisipasitif.
              Jelasnya  sasaran  penilaian  itu  bervariasi,  ada  yang  berfokus  pada
              individu, kelompok kerja, departemen, atau level organisasi.
                    Penentuan pegawai yang dinilai (ratee) tergantung dari organisasi
              yang bersangkutan.  Organisasi  dapat  menilai pada  level  individu  dan
              juga    dapat    dinilai   pada    level   kelompok/organisasi    atau
              menggabungkan  kedua-keduanya.  Organisasi yang  menilai  pada  level
              kelompok kerja tujuannya untuk menilai pelayanan kepada pelanggan,
              sedangkan  penilaian  pada  level  individu  biasanya  untuk  menetukan
              kebutuhan  pengembangan  pegawai.  Penilaian  pada  kinerja  individu
              untuk mencapai kerjasama yang baik diantara para pegawai dan juga
              untuk orientasi bersaing.
   81   82   83   84   85   86   87   88   89   90   91