Page 92 - BAHAN AJAR MSDM ORGANISASI PUBLIK BY JANDRY P. Z RATU KADJA, SE.,M.Si
P. 92

Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi Publik  | 87



              biasanya dipakai dalam non kuantitatif, yaitu klasifikasi dan ranking,
              sedangkan   metode   yang   biasa   dipakai   dalam   kuantitatif,   yaitu
              perbandingan faktor (factor comparison) dan faktor point (point factor).
              1.  Sistem non kuantitatif
                    Metode  non  kuantitatif  menghendaki  agar  mengevaluasi  semua
              pekerjaan   yang   berhubungan   dengan   pekerjaan   yang   lain   atau
              deskripsi umum terhadap pekerjaan yang ada dalam organisasi.
                    Ada dua tipe non kuantitatif, yaitu tipe klasifikasi pekerjaan dan
              tipe ranking pekerjaan.
              a.  Klasifikasi pekerjaan
                    Metode  klasifikasi  pekerjaan  sering  dipakai  dalam  organisasi
              tertentu,  dimana  semua  pekerjaan  yang  ada  dalam  organisasi  harus
              dikelompokkan jenis/spesifikasi tertentu. Setiap pekerjaan mempunyai
              deskripsi tipe pekerjaan dan tanggung jawab pekerjaan dan atas dasar
              tersebut,  baru  kemudian  ditetapkan  besaran  gajinya.  Keuntungan  ari
              metode   ini   adalah   sederhana,   mudah   digunakan   pada   jumlah
              pekerjaan yang besar, dengan satu skala penilaian.
                    Kelemahan  dari  metode  ini  adalah  jika  ada  ambiguitas  dalam
              penilaian,  maka  kemungkinan  besar  terjadi  tumpang  tindih  dalam
              deskripsi tingkat pekerjaan.
              b.  Ranking pekerjaan
                    Ranking   merupakan   metode   yang   paling   sederhana  dalam
              evaluasi  pekerjaan  dan  biasanya  digunakan  dalam  organisasi  kecil.
              Pada   umumnya   penilaian   deskripsi   pekerjaan   dilakukan   dengan
              membandingkan      suatu    pekerjaan    atau   meranking    pekerjaan
              berdasarkan pentingnya/urgensi pekerjaan dalam organisasi.
                    Dalam  ranking  pekerjaan  biasanya  menggunakan  metode
              perbandingan  berpasangan  (paired  comparisons),  yaitu  suatu  metode
              yang membandingkan suatu  pekerjaan  dengan  semua  pekerjaan yang
              ada secara berpasangan.
                    Salah  satu  masalah  dalam  perbandingan  berpasangan  terletak
              pada  jumlah  perbandingan  yang  harus  dibandingkan  dengan  semua
              pekerjaan.  Untuk  mengetahui  lebih  cepat  perbandingan  berpasangan
              ini, digunakan rumus N(N-1)/2, dimana N adalah jumlah pekerja yang
              dibandingkan. Misalnya, dalam organisasi terdapat 8 pekerjaan, maka
              kita  akan  melakukan  perbandingan  berpasangan  sebanyak  28  kali.
              Kalau   dalam    organisasi   terdapat   20   pekerjaan    yang   akan
              dibandingkan, maka kita akan melakukan 190 kali perbandingan.
                    Kriteria  yang  dipakai  dalam  perbandingan  berpasangan  adalah
              pekerjaan  yang  dianggap  penting  atau  bernilai.  Padahal  kriteria  yang
              demikian itu sering tidak dapat dipercaya (unreliable).
                    Keuntungan  metode  ini  adalah  metode  yang  paling  sederhana,
              tidak  mahal  dan  sangat  mudah  dimengerti.  Kelemahannya  adalah
              hanya  satu  penilaian  yang  digunakan  yaitu  pekerjaan  yang  "bernilai
   87   88   89   90   91   92   93   94   95   96   97