Page 93 - BAHAN AJAR MSDM ORGANISASI PUBLIK BY JANDRY P. Z RATU KADJA, SE.,M.Si
P. 93

88 | Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi Publik


            (worth)"  dan hal ini kurang dapat dipercaya, tidak menilai perbedaan-
            perbedaan yang ada diantara pekerja-pekerja tersebut.
            2.  Sistem kuantitatif
                  Sistem  kuntitatif  membagi  pekerja  ke  dalam  bagian-bagian  dan
            memerlukan  pertimbangan  nilai  absolut  atau  relatif  mengenai  berapa
            banyak  yang  diperlukan  suatu  bagian  pada  suatu  pekerjaan  tertentu.
            Ada  dua  tipe  dalam  sistem  kuantitatif,  yaitu perbandingan  faktor  dan
            metode "point-factor".
                  Inti  dari  kedua  tipe  ini  adalah  beranggapan  bahwa  dengan
            membandingkan  seluruh  pekerjaan  adalah  paling  sukar  dan  tidak
            mungkin  dilakukan.Masalahnya  adalah  sejauh  mana  faktor  pekerjaan
            tertentu  (misalnya,  keterampilan,  usaha,  pendidikan,  pengalaman)
            ditetapkan lebih bernilai dari pada pekerjaan lainnya (misalnya, usaha
            fisik, kondisi-kondisi pekerjaan).
            a.  Metode perbandingan factor
                  Langkah awal  pada metode  perbandingan  faktor  adalah memilih
            pekerjaan-pekerjaan   kunci  atau  menentukan  pekerjaan  apa  yang
            paling  penting  (bench  mark).  Pekerjaan-pekerjaan  penting  harus
            diketahui  dengan  baik  oleh  evaluator,  karena  ini  merupakan  penentu
            tinggi  atau  rendahnya  penggajian/  pengupahan.  Faktor-faktor  yang
            paling  umum  digunakan  dalam  metode  perbandingan  faktor  adalah
            syarat-syarat  mental,  syarat-syarat  keterampilan,  syarat-syarat  fisik,
            tanggung  jawab  dan  kondisi-kondisi  pekerjaan.  Evaluator  pekerjaan,
            kemudian  meranking  setiap  pekerjaan  pada  setiap  faktor.  Penerapan
            nilai  pengupahan  (uang),  berdasar  pada  "external-market  rates"  untuk
            menilai  tinggi  atau  rendahnya  pekerjaan  dan  kemudian  ditetapkan
            pada setiap faktor untuk setiap pekerjaan.
                  Setelah dinilai tinggi atau rendahnya pekerjaan, semua pekerjaan
            dievaluasi   melalui   proses   yang   sama,   dengan  membandingkan
            komponen-komponennya   dengan   ranking   tinggi  atau   rendahnya
            pekerjaan.
                  Selanjutnya    komponen-komponen       setiap   pekerjaan    yang
            dipelajari (understudy)  diranking dan diberikan nilai uang. Semua nilai
            kemudian ditotal untuk mendapatkan penggajian/ pengupahan.
                  Keuntungan  metode  ini  adalah  kecil  jumlah  faktor  dan  tidak
            tumpang  tindih,  dan  kelemahannya  adalah  tidak  ada  tingkat  definisi
            dan sulit mengevaluasi pekerjaan baru.
            b.  Metode faktor point
                  Metode  faktor  poin  merupakan  suatu  metode yang  paling sering
            digunakan  dalam  evaluasi  pekerjaan.  Metode  ini  tidak  meranking
            pekerjaan  tetapi  membuat  standar  dan  menilai  tingkat  mana  suatu
            pekerjaan  tertentu  sesuai  dengan  standar  yang  ditetapkan.  Untuk
            memperjelas metode ini, dapat diikuti langkah di bawah ini :
   88   89   90   91   92   93   94   95   96   97   98