Page 81 - PDF Compressor
P. 81

Evaluasi siklus kedua  adalah tes yang  dilakukan setelah siklus
              kedua selesai. Secara umum hasil tes siklus kedua sangat memuaskan yaitu
              ada 33 siswa atau 100 persen yang mencapai  nilai diatas nilai SKM 65.
              Sehingga sudah  mencapai   ketuntasan  klasikal 75 persen (Priatiningsih
              dalam Umiyati, 2005:14); dan  (Mulyasa, 2002:102).  Berdasarkan
              Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1993: 7) diketahui bahwa nilai
              rata-rata kelas berada pada kategori “sangat tinggi” Kesuksesan siklus kedua
              tergambar pada saat pelaksanaan proses pembelajaran. Pada siklus kedua
              kehadiran juga mencapai 100%  selain itu aktivitas siswa dalam proses
              pembelajaran sangat baik menurut hasil informasi dari beberapa siswa bahwa
              mereka sangat antusias dan termotivasi karena pelaksanaan model PBI ini
              membuat siswa tidak  mengantuk dan  menarik  apalagimateri  yang dibahas
              sesuai dengan kehidupan keluarga dan lingkungan mereka. Terbukti bahwa
              siswa yang  biasanya malas dan  selalu membolos  pun juga  menjadi  aktif
              dalam proses pembelajaran dengan model PBI yang dilaksanakan. Selain itu
              tingginya nilai pada siklus kedua disebabkan oleh pelaksanaan tes  sangat
              tertib dan masa  yang tidak terlalu  lama setelah selesainya proses
              pembelajaran sehingga ingatannya terhadap materi masih sangat segar, oleh
              karena itu, soal yang diberikan mudah dikerjakan oleh siswa.
                     Berdasarkan hasil tes mulai dari pra tindakan, siklus pertama hingga
              tes siklus kedua, diketahui bahwa hasil belajar siswa mengalami
              peningkatan.Oleh karena itu, penelitian ini dianggap berhasil karena indikator
              keberhasilan pada penelitian ini tercermin dengan adanya peningkatan hasil
              belajar siswa setiap siklusnya berupa kenaikan jumlah siswa yang tuntas
              belajar baik dari aspek kognitif, afektif maupun psikomotorik.
                     Berdasarkan hasil observasi awal diketahui bahwa siswa kelas VIIIA
              SMP Negeri 32  Makassar  merupakan siswa yang paling rendah dari sisi
              akademik baik  dari segi kognitif, psikomotor  maupun dari segi afektif. Hal
              tersebut ditandai oleh rendahnya hasil belajar  siswa  sebelum tindakan,
              keaktifan siswa yang sangat rendah yang ditandai dengan rendahnya tingkat
              kehadiran siswa sebelum tindakan.Bahkan  menurut  informasi dari kepala
              sekolah dan guru diketahui bahwa dikelas inilah sering terjadi pertentangan
              antara guru dan siswa sehingga sebagian guru tidak betah mengajar di kelas
              ini.  Akan  tetapi  suatu  hal  yang sangat menarik  karena  perubahan  positif
              terhadap  pengatahuan, keterampilan dan sikap siswa mengalami perubahan
              yang sangat signifikan. Hal tersebut dibuktikan data bahwa pada siklus kedua
              tidak seorang pun siswa yang datang terlambat dan semuanya hadir lengkap
              33  orang (100%). Selain itu siswa sangat antusias dalam memperhatikan
              informasi dari guru, semua siswa dapat mengikuti kegiatan kerja kelompok
              dengan tertib mencari data  dan memberikan masukan kepada kelompok
              masing-masing hingga selesainya proses pembelajaran. Demikian pula


                                             Penerapan Model  Problem Based Intruction  69
   76   77   78   79   80   81   82   83   84   85   86