Page 194 - PDF Compressor
P. 194

nggak dapat dari elo, gue berani taruhan berapa aja, dia pasti
               dapat dari perempuan lain.”
                  So  what  are  you  really  trying  to  tell  me  here,  Panji
               Wardhana?
                  ”Aku cuma ingin bilang itu aja, babe,” lanjutnya lagi.
                  Ada sedetik, dua detik  awkward  silence di antara aku dan
               dia setelah itu, sampai aku berkata, ”Sayang, besok kita kete-
               mu, ya?”
                  ”Aku jemput aja kamu di bandara dan kita langsung dinner,”
               jawabnya. ”Kalau kamu nggak capek. Is that okay?”
                  Aku mengiyakan.
                  Dan yang ada di kepalaku sejak kami memutuskan pembi-
               caraan di telepon tadi pagi itu, sampai detik ini ketika Ruly
               sedang  tertawa-tawa  bersamaku  di  bawah  sunset  Tanjung
               Benoa ini, hanya satu: whose idea was it to make this week as
          192
               ”Everybody Fucks with Keara’s Mind Week”?



               R u l y


               ”Ayo dong, Rul, senyum aja susah banget sih lo,” seru Keara
               ke arah gue.
                  ”Gue bukan model, Key, mending lo suruh gue main bola
               deh di sini daripada lo suruh pose begini.”
                  Keara malah tertawa. ”Norak ah lo, ini pelabuhan, Rul, bu-
               kan lapangan.”
                  Gue  dan  dia  dan  seluruh  rombongan  BorderBank  dan
               Wymann  Parrish  sedang  di  Pelabuhan  Tanjung  Benoa  sore
               ini, bersiap-siap ikut acara dinner di atas Bounty Cruise yang
               di-arrange regional office Border di Denpasar, sebagai jamuan
               makan  malam  terakhir  di  Bali  sebelum  kami  kembali  ke








        Isi-antologi.indd   192                                      7/29/2011   2:15:24 PM
   189   190   191   192   193   194   195   196   197   198   199