Page 35 - TEKPEM BIOTEKNOLOGI
P. 35

28







                                                      sampai  batas  tertentu.  Namun,  jika  jumlah
                                                      pencemar     melebihi    kapasitas    lingkungan,

                                                      intervensi  manusia  diperlukan  untuk  mengatasi

                                                      masalah  ini.  Salah  satu  pendekatan  yang
                                                      dikembangkan  untuk  mengurangi  pencemaran

                                                      lingkungan  adalah  rekayasa  mikroba,  khususnya
                                                      mikroorganisme  yang  dapat  mengurai  limbah

                                                      beracun.  Contoh  saat  ini  adalah  penggunaan
                                                      Clostridium  butyricum  untuk  menghasilkan  gas

                                                      hidrogen  dari  penguraian  gula.  Gas  ini  dapat

                                                      digunakan  sebagai  bahan  bakar  alternatif  yang
                                                      ramah lingkungan dan tidak meningkatkan polusi.



                                                   g.  Mikroorganisme  sebagai  pemisah  logam  dari
                                                      bijihnya

                                                      Selama ribuan tahun, manusia telah menggunakan
                                                      metode  penyulingan  atau  pemisahan  untuk

                                                      mendapatkan  tembaga  dari  bijihnya,  terutama
                                                      menggunakan  proses  leaching  atau  meluluhkan.

                                                      Pada tahun 1957, dikembangkan teknik baru yang

                                                      melibatkan  bakteri  untuk  memisahkan  tembaga
                                                      dari bijihnya. Bakteri yang berperan dalam proses

                                                      ini  adalah  Thiobacillus  ferrooxidans,  yang
                                                      melakukan  oksidasi  terhadap  senyawa  besi

                                                      belerang  (biasanya  besi  sulfida)  di  sekitarnya.
                                                      Proses  oksidasi  ini  melepaskan  energi  yang

                                                      digunakan  oleh  bakteri  untuk  pertumbuhannya.

                                                      Selain itu, proses ini menghasilkan asam sulfat dan
                                                      besi sulfat yang dapat merusak batuan di sekitarnya
   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40