Page 29 - SALSA NABILA EVANDI
P. 29
17
perilaku menyikat gigi 2 kali sehari. Kebersihan gigi ialah salah satu faktor yang
mempengaruhi kesehatan gigi. Keadaan kebersihan mulut dapat dinilai dari adanya sisa
makanan dan kalkulus yang terdapat di permukaan gigi. Dampak buruk dari perilaku
menyikat gigi yang kurang baik, bisa berakibat menimbulkan berbagai penyakit serius,
karena kuman yang sudah membusuk dalam gigi dapat menyebabkan infeksi di kemudian
hari pada jaringan gusi hingga masuk ke dalam aliran darah. Kondisi tersebut dapat
mengakibatkan peradangan pada bagian tubuh lain seperti halnya pada otot jantung, ginjal,
sendi, hingga muncul sakit kepala yang berkepanjangan, mata dan organ tubuh lainnya
(Purwaningsih dkk, 2022).
2.3.5 Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Menyikat Gigi
Berdasarkan teori Lawrence Green (1991) dalam Nursalam (2014), perilaku itu sendiri
dibentuk oleh 3 faktor yang saling berhubungan yang akan membentuk perilaku seseorang.
Faktor yang pertama adalah faktor predisposisi (predisposing factors), yang terlihat dalam
pengetahuan, sikap, kepercayaan, keyakinan, nilai-nilai yang terdapat pada diri seseorang
yang akan membentuk perilaku. Kedua, faktor-faktor pendukung (enabling factors), yang
terwujud dalam fasilitas atau sarana kesehatan, alat-alat kesehatan dan lain-lain yang akan
menjadi pendukung atau penguat dari perilaku seseorang dalam memelihara kesehatan dan
yang ketiga adalah faktor pendorong (renforcing factors) yaitu sikap dan perilaku petugas
kesehatan, tokoh yang merupakan kelompok referensi dari perilaku masyarakat. Petugas
kesehatan, tokoh masyarakat bahkan para ulama dalam hal ini harus memberi
panutan/tauladan dalam perilaku kesehatannya karena masyarakat menganggap tokoh ini
mempunyai kharisma yang baik.