Page 61 - Kajian Akademik Kurikulum untuk Pemulihan Pembelajaran
P. 61
RANCANGAN KURIKULUM MERDEKA
Perubahan kurikulum nasional dari waktu seleksi inilah kemudian yang secara empiris
ke waktu tidak banyak mengubah tipologi menjadikan program peminatan serupa dengan
ini meskipun ada pembagian yang lebih tracking system. Sistem jalur yang diterapkan di
detail, misalnya pada Kurikulum 1984 yang banyak negara pada jenjang SMA melestarikan
memisahkan antara penekanan pada mata kesenjangan kesempatan pendidikan antar
pelajaran Fisika (program A1) dan Biologi siswa di sekolah sebab jalur-jalur tersebut pada
(program A2) dari disiplin ilmu pengetahuan kenyataannya tidak bernilai setara (Oakes cit.
alam. Mekanisme pemilihannya juga sama, Arum et al., 2015). Dalam konteks Indonesia,
yaitu setiap individu mengikuti satu program. jalur atau peminatan IPA cenderung dinilai
Setiap program memiliki jalur masing-masing, lebih baik daripada yang lain, dan hal ini bukan
dan siswa tidak dapat belajar lintas jalur. Dalam saja oleh siswa dan orang tua, tetapi juga oleh
Kurikulum 2013 siswa boleh mengambil mata perguruan tinggi. Untuk masuk ke perguruan
pelajaran lintas minat, namun pada hakikatnya tinggi, lulusan dari peminatan IPA memiliki lebih
mereka tetap dikategorikan masuk dalam salah banyak peluang untuk memilih program studi
satu program peminatan. Sebagai contoh, siswa dan perguruan tinggi yang dituju (misalnya
dari program IPA dapat mengikuti satu mata syarat masuk ke Akademi Militer adalah lulusan
pelajaran dari program IPS. Namun demikian dari program peminatan IPA), diikuti dengan
siswa tersebut tetap dianggap sebagai siswa lulusan dari IPS, kemudian yang paling terbatas
program IPA. opsinya adalah lulusan dari Bahasa. Hal inilah
yang mendorong kesenjangan kesempatan
Indonesia memiliki sejarah panjang pendidikan karena jalur yang dipilih siswa,
menerapkan sistem jalur (tracking system) ataupun terpaksa ditempuh oleh siswa sebagai
pada jenjang SMA. Setelah siswa berada konsekuensi adanya seleksi, mempengaruhi
di suatu jalur (track) IPA, IPS, atau Bahasa, kesempatan belajar mereka berikutnya.
maka sulit bagi mereka untuk berpindah jalur.
Akibatnya, program peminatan yang dipilih Sistem jalur (tracking system) juga dikritik
peserta didik (atau dipilihkan untuknya) dapat dapat membuat peserta didik merasa
berdampak panjang hingga program studi kemampuan akademiknya rendah. Akibatnya,
yang dapat mereka akses di perguruan tinggi. terbangun pola pikir yang tidak bertumbuh
Istilah tracking system merupakan metode (fixed mindset), yaitu percaya bahwa dirinya
yang digunakan untuk mengelompokkan siswa tidak dapat mencapai prestasi akademik
menurut kemampuannya, yang biasanya dinilai sebagaimana teman-temannya di program
melalui laporan hasil belajar, tes, atau bahkan peminatan yang dianggap lebih baik atau lebih
persepsi dirinya tentang kemampuannya (Arum, bergengsi. Mereka yang tidak masuk program
Beattie, & Ford, 2015). IPA kemudian merasa dirinya tidak berbakat
Matematika, padahal kompetensi tersebut
Meskipun program peminatan selama ini sebenarnya dapat dibangun (OECD, 2021).
memberikan peluang kepada siswa untuk
menentukan pilihan jalur yang akan mereka Di sisi lain, peminatan merupakan rancangan
tempuh, namun seringkali proses seleksi kurikulum yang memberikan fleksibilitas untuk
dilakukan oleh sekolah karena peminat suatu peserta didik usia remaja yang sudah mulai
program, biasanya IPA, terlalu banyak. Proses mengeksplorasi minat, bakat, dan aspirasi
KAJIAN AKADEMIK KURIKULUM UNTUK PEMULIHAN PEMBELAJARAN 61