Page 64 - Kajian Akademik Kurikulum untuk Pemulihan Pembelajaran
P. 64
RANCANGAN KURIKULUM MERDEKA
E. Prinsip Pembelajaran dan Asesmen
Prinsip Pembelajaran dan Asesmen adalah Pemerintah hanya mengatur prinsip dari
bagian dari kerangka kurikulum yang pembelajaran dan asesmen. Artinya, tidak ada
utamanya merujuk pada Standar Proses arahan yang preskriptif atau aturan yang konkrit
dan Standar Penilaian dari Standar Nasional tentang bagaimana guru harus membuat
Pendidikan. Prinsip Pembelajaran dan Asesmen perencanaan, mengajar, dan melakukan
dirumuskan untuk menjadi rujukan bagi asesmen. Dengan demikian, pembelajaran dan
seluruh pemangku kepentingan yang berkaitan asesmen dapat beragam sesuai dengan kondisi
dengan pembelajaran dan asesmen, terutama dan konteks pembelajaran di masing-masing
guru, pimpinan sekolah, dan termasuk juga kelas dan satuan pendidikan, namun semuanya
pengembang kurikulum dan perangkat ajar. berlandaskan pada prinsip-prinsip yang sama.
Di satuan pendidikan, Prinsip Pembelajaran Hal ini sejalan dengan semangat Merdeka
dan Asesmen perlu menjadi landasan dalam Belajar dan prinsip perancangan kurikulum
merancang kebijakan dan praktik pembelajaran yang fleksibel dan memberikan otonomi
dan asesmen kelas. kepada satuan pendidikan dan guru.
Prinsip Pembelajaran dan Asesmen dirancang Pendekatan kebijakan yang mengatur prinsip
dengan pertimbangan bahwa menentapkan pembelajaran dan prinsip asesmen dalam
Capaian Pembelajaran saja tidak cukup untuk Kurikulum Merdeka juga digunakan di beberapa
dapat mencapai karakter dan kompetensi negara, seperti Finlandia yang memuat prinsip
yang perlu dikembangkan dalam setiap pembelajaran dan prinsip asesmen dalam
diri pelajar Pancasila. Karakter juga secara dokumen kurikulum mereka (Finnish National
efektif terbangun melalui pengalaman belajar, Board of Education, 2014), Selandia Baru
interaksi antara guru dan siswa, peraturan dan (https://nzcurriculum.tki.org.nz/Principles),
pembiasaan (routine) dalam kelas, dan strategi dan salah satu negara bagian di Kanada yaitu
pengelolaan kelas (classroom management). Ontario (Ontario Ministry of Education, 2010).
Selain itu, apa yang dinilai dari kegiatan Dalam dokumen National Core Curriculum for
belajar yang siswa alami serta bagaimana hasil Basic Education 2014, pemerintah Finlandia
asesmen digunakan untuk kepentingan belajar memaparkan secara komprehensif asesmen
mereka pun akan mempengaruhi karakter yang diharapkan untuk diimplementasikan
siswa, terutama sikap mereka terhadap belajar di sekolah. Paparan ini tidak menjelaskan
dan perkembangan pola pikir bertumbuh teknik-teknik asesmen yang perlu diikuti guru,
(growth mindset) (OECD 2021a). Oleh karena melainkan pemahaman tentang pentingnya
itu, aktivitas pembelajaran dan asesmen perlu asesmen untuk membangun budaya yang
dirancang dan dikelola dengan baik, sehingga mendukung pembelajaran. Untuk mencapai
pemerintah perlu memberikan panduan yang hal tersebut, bab asesmen dalam dokumen
tidak bersifat teknis namun berupa prinsip- standar Finlandia tersebut menjelaskan
prinsip agar para pendidik dapat memahami prinsip-prinsip asesmen yang perlu melandasi
apa yang diharapkan dari pembelajaran dan kebijakan dan praktik asesmen di sekolah dan
asesmen yang mereka rancang dan terapkan. kelas. Demikian pula dalam dokumen kebijakan
64