Page 20 - E-Modul Coklat dan Permen Coklat Untuk SMK Kuliner Fase F
P. 20

Tanaman  kakao  diperkenalkan  orang  Spanyol  kepada  Indonesia  pada
                          tahun 1560 di Minahasa, Sulawesi Utara. Sekitar tahun 1880, tanaman kakao

                          mulai ditanam di perkebunan kopi Jawa Tengah yang kemudian disusul oleh

                          perkebunan  di  Jawa  Timur.  Selanjutnya  coklat  banyak  ditanam  di  Sulawesi
                          Utara,  Sumatra,  Jawa,  hingga  ke  Ambon.  Selain  dikonsumsi  secara  langsung,

                          coklat  juga  banyak  digunakan  sebagai  bahan  pembuatan  permen  atau  sugar

                          confectionery.

                               Coklat sendiri merupakan hasil olahan yang berasal dari biji tanaman kakao

                          (Theobroma cacao) yang kemudian diolah menjadi pasta coklat ataupun bubuk


                          coklat.    Tanaman  Theobroma  Cacao pertama  kali  tumbuh  di  Hutan  Hujan,
                          Amerika Serikat dan Amerika Tengah. Bagian dari biji kako yang paling banyak

                          digunakan atau diolah adalah bubuk dan lemak kakao yang selanjutnya dapat

                          diolah menjadi berbagai macam produk dengan nilai ekonomi yang tinggi.
                               Jenis  varietas  kakao  yang  diolah  sangat  mempengaruhi  citarasa  pada

                          kakao. Jenis varietas dari Theobroma cacao    tersebut diantaranya adalah sebagai

                          berikut:
                          1)  Criollo, yaitu varietas yang menghasilkan biji kakao dengan kualitas mutu

                             terbaik sehingga varietas ini biasa disebut dengan kakao mulia. Jenis tanaman

                             ini rentan terhadap penyakit sehingga menurunkan minat para petani untuk

                             menanam dan membudidayakan tanaman ini.
                          2)  Forastero atau biasa disebut dengan kakao lindak. Forastero memiliki biji

                             berwarna ungu dan memiliki rasa yang cenderung pahit. Budidaya varietas

                             ini  lebih  banyak  daripada  varietas  criollo  karena  tingkat  produktivitasnya
                             tinggi serta lebih tahan terhadap penyakit. Di Indonesia, varietas ini banyak

                             dibudidayakan di wilayah Sulawesi.

                          3)  Trinitario

                                  Trinitario merupakan hasil persilangan antara criollo dan forastero. Jenis
                             varietas ini memiliki aroma criollo, namun tingkat produktivitasnya tinggi

                             dan lebih tahan terhadap penyakit seperti varietas forastero.








                  5 | MODUL ELEKTRONIK COKLAT DAN PERMEN COKLAT
   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25