Page 22 - E-Modul Coklat dan Permen Coklat Untuk SMK Kuliner Fase F
P. 22
c. Pengeringan, pengeringan bertujuan untuk mengurangi kadari air dalam biji
coklat. Pengeringan dapat dilakukan dengan pemanasan sinar matahari
selama 5-7 hari atau dengan alat atau oven pengering khusus. Setelah proses
pengeringan, kandungan air akan berkurang
dari 50% hingga 3% dan kulit biji akan
mengelupas atau pecah sehingga proses
pengulitan akan lebih mudah. Biji coklat kering
biasa disebut dengan coklat mentah.
Gambar 2.6. Proses pengeringan biji kakao
Sumber: agri.my.id
d. Penyimpanan, jika coklat tidak segera diolah
atau dimasak, coklat dapat disimpan di
tempat yang kering dengan dibungkus
terlebih dahulu di dalam karung.
Gambar 2.7. Penyimpanan biji kakao
Sumber: docplayer.info
e. Pembersihan, proses ini memisahkan biji coklat dengan kotoran yang
tercampur serta untuk menyamakan ukuran dan kulitas biji coklat mentah
dengan menggunakan tapis atau diayak.
f. Pemanggangan, biji coklat dapat dipanggang menggunakan wajan
menggunakan drum sesuai dengan banyaknya jumlah dengan dibolak-balik
selama 20-40 menit. Hal yang harus diperhatikan dalam proses
pemanggangan adalah teknik, waktu, dan suhu pemanggangan. Hal
tersebut akan mempengaruhi warna dan rasa atau aroma coklat tersebut
g. Pemecahan Kulit dan Penggilingan, biji coklat yang sudah dingin akan
dilakukan proses penggilasan untuk membuka kulit dan memisahkan isinya.
Pada proses ini menghasilkan biji coklat yang bersih dan tidak bercampur
dengan kulit. Selanjutnya isi dari biji coklat tersebut dihaluskan menjadi
partikel atau keping coklat yang disebut dengan nibs yang mengandung
lemak 55%. Setelah itu digiling kembali hingga menghasilkan coklat pasta
yang kental dan mengkilap (liquor) dengan lemak 50-60%. Coklat liquor
dapat diolah menjadi coklat bubuk, lemak/mentega coklat dan coklat
masak/batangan
7 | MODUL ELEKTRONIK COKLAT DAN PERMEN COKLAT