Page 47 - JALUR REMPAH
P. 47

Latar Belakang Historis Tiga Wilayah | 33


                 Beras dan Garam dari Jawa untuk Kepulauan Banda


                     Sekitar abad ke-14 Kepulauan Banda telah dikenal dikalangan pedagang
                 Timur dan Barat sebagai penghasil pala beserta fuli. Demikian pula, orang-
                 orang  Eropa  walaupun  belum  menjejakkan  kakinya  di  Kepulauan  Banda,
                 namun data sistematik mengenai banyaknya rempah-rempah dari sana yang
                 diimpor ke Eropa sudah tersedia sejak periode 1390-1404. Data perniagaan ini
                 bisa tersedia pada saat agen perdagangan Italia melaporkan muatan hasil bumi
                 dari timur yang setiap tahun dikirimkan dari bandar  Mamluk  Aleksandria
                 dan Beirut ke Venesia, Genoa dan Barcelona. Peningkatan yang melesat tahun
                 1390-an hingga mencapai sekitar 30 ton untuk cengkeh dan 10 ton untuk pala.
                 Pada abad ke 15 mencapai 75 ton untuk cengkeh, 37 ton untuk pala dan 17 ton
                 untuk fuli.
                           41
                     Seiring dengan meluasnya perniagaan rempah-rempah itu, Kerajaan
                 Majapahit pada paruh kedua abad ke 14 juga telah menyebut kepulauan
                 Maluku dan pesisir timur Sulawesi. Rangkawi Prapanca menyebutkan Wandan
                 (Banda) sebagai salah satu pelabuhan di kepulauan Maluku yang disinggahi.
                                                                                           42
                 Kemungkinan besar Kerajaan Majapahit menjalin hubungan dagang rempah-
                 rempah dari Banda dan menawarkan produksi beras mereka yang melimpah.
                 Hal ini, dikarenakan irigasi mereka dengan tekhnologi pengairan teknis dari
                 sungai Berantas ke  sawah-sawah yang berada di tepi sungai.  Juga, mereka
                                                                             43
                 menanam padi gogo untuk wilayah pertanian perladangan.
                                                                         44
                     Pada abad ke 15 dan 16, pedagang Jawa membatasi pelayaran perniagaan
                 mereka. Hal ini karena faktor ekonomi mereka, hanya berlayar di wilayah
                 Kepulauan Indonesia dan sekitarnya, melimpahnya produksi  beras—yang


                    41  Majunya perdagangan ini secara drastis menjadi kacau sejak tahun 1499 karena masuknya
                 kapal-kapal Portugis Ke Samudra Hindia. Orang-orang Portugis sedapat mungkin menenggelamkan atau
                 merampok setiap kapal Islam yang mengangkut rempah-rempah. Untuk hal ini lihat. Reid. Op.cit. Asia
                 Tenggara Dalam Kurun Niaga 1450-1680. Jilid 2, hlm. 17-18.
                    42  Dalam kitab Negarakertagama untuk wilayah Kepulauan Maluku disebutkan nama tempat di
                 antaranya Ambwan (Ambon), Maloko (Maluku), dan Wandan (Banda). Untuk hal ini lihat. Theodore. G.
                 Th. Pigeaud. Java in The 14  Century. A Study in Cultural History. The Hague: Martinus Nijhoff, 1962,
                                     th
                 hlm. 34.
                    43  Rekaman inskripsi pasca abad ke-9 menjelaskan pembangunan komponen utama untuk sistem
                 pengairan persawahan dari Sungai Brantas, yakni bendungan, pintu air dan kanal. Untuk hal ini lihat.
                 Hall. Op.cit. A History Early Southeast Asia…, hlm. 138.
                    44  Pigeaud. Op.cit. Java In The 14 Century…hlm. 300-301.
   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52