Page 49 - Dalam Bingkai Kesabaran
P. 49

Sahabat Karib




             N
                     amanya Ismi Wardani. Nama yang indah, bukan?
                     Dialah teman sebangku ketika aku  masuk di SMA.
                     Kegagalan  masuk SMP negeri bukanlah hal yang
             membuatku menyesal. Allah telah menunjukkan  kepadaku
             sekolah yang terbaik untukku. Aku mendapat ilmu agama
             yang tidak  kudapatkan di rumah. Aku  tetap mensyukuri
             pengalaman itu. Setelah lulus di SMP, aku mengikuti jejak
             kedua  kakakku di SMA. Bekal  ilmu yang kudapat  di SMP
             membuatku lolos tes dan diterima di SMA Negeri tempat
             kedua kakak laki-lakiku belajar.
                 Hari pertama adalah hari yang istimewa bagiku.
             Meskipun aku tahu  tidak ada satu pun  teman-teman  di
             SMPku yang diterima  di SMA  itu.  Aku bakal punya teman
             yang semuanya belum pernah ku kenal. Pintu kelasku ada di
             bagian  depan. Aku datang sudah  ada beberapa siswa lain
             yang sudah menempati bangku.  Aku mengambil  tempat
             duduk paling depan. Biar dekat dengan papan tulis.
                 Kelas sudah hampir penuh oleh murid-murid. Aku belum
             mempunyai teman duduk.  Kemudian  datanglah seorang
             gadis dengan rambut dikepang dua. Dia masuk dan melihat
             sekitar. Ketika tahu tempat duduk di sebelahku kosong, dia
             pun menghampiriku.
                 “Kosong ya?” Tanyanya sambil  terseyum.  Gadis ini
             tampak ramah. Sebentar kemudian ada anak yang
             menyapanya ”Ismii.. Kamu di sini juga?” Tanya anak itu.



                                             Dalam Bingkai Kesabaran | 43
   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54