Page 53 - Dalam Bingkai Kesabaran
P. 53

pertanyaan    ‘kuliah  dimana    sekarang?’   Belum    bisa
             kuhilangkan. Aku tidak ingin kemana-mana dulu.
                 Suatu    hari    ibuku     memberi      kain    strimin
             padaku.”Nih...kamu teruskan aja  buat sulam kristik ini.”
             Kubuka  bungkus tas  plastik yang disodorkan ibu.  “Ini
             sulaman siapa Bu?”
                 “ Ya milik kakakmu...belum sempat menyelesaikan.” Aku
             buka satu-satu. Ternyata ada gambar contoh sulaman. Cara
             membuatnya disulam dengan menyilang. Aku jadi pengen
             membuatnya. Gambar bunga mawar di kertas contoh
             sulaman menarik bagiku. Aku berminat untuk menyelesaikan
             sulaman  kain taplak ini.
                 Ada kira-kira sebulan  aku  berhasil membuat sulaman
             taplak . Tiba-tiba aku  merasa  tergugah. “Allah tidak akan
             mengubah nasib hambaNya, kalau hamba itu tidak berusaha
             mengubah nasib dirinya.”
                 Semula  tidak terpikir olehku kalau  bisa menyulam. Kini

             hasil sulaman taplak didepanku sempat membuatku
             tertegun. Aku tidak boleh larut dalam kesedihan. Aku harus
             berani menatap masa depan. Aku harus berani menghadapi
             kenyataan. Allah  pasti sudah  menyiapkan sebuah skenario
             untukku. Aku turuti nasehat kakakku.  Ku pilih les  bahasa
             inggris yang tempatnya tidak jauh dari rumah. Aku bisa
             berangkat les dengan jalan  kaki. Aku  tidak perlu repot
             memikirkan kendaraan.
                 Semangatku untuk  bangkit dari  kekalahan muncul lagi.
             Aku harus mengisi  waktu luangku. Aku  tidak  boleh
             menganggur. Aku harus mencari kesibukan. Les bahasa
             Inggrisku hanya tiga kali seminggu. Aku masih punya tiga hari



                                             Dalam Bingkai Kesabaran | 47
   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58