Page 40 - MENJADI GURU SEJAHTERA TANPA UTANG-
P. 40
keadaan yang sesungguhnya, apakah temanku diterima PNS
tanpa membayar sepeserpun.
Diapun memberi informasi secara detail bagaimana dia
bisa diterima menjadi PNS. Bahkan aku bertanya berulang‐
ulang untuk memastikan bahwa dia diterima tanpa uang
sogok. Kamipun pulang ke rumah dengan pikiran masing‐
masing. Aku berpikir andai aku jadi PNS, terus siapa yang
akan melanjutkan mengurus warungku. Warung kalau hanya
menjadi sambilan tentu tidak akan maju pesat. Sedangkan
suamiku ternyata berpikiran lain, dia akan keluar dari
mengajarnya dan akan penuh mengurus warung. Aku tentu
saja tidak setuju dengan gagasan suamiku. Aku tidak ingin dia
menjalankan toko, sementara aku keluar rumah setiap hari
untuk bekerja.
Saat itu suamiku memang belum menyelesaikan S‐1nya
sehingga dia tidak bisa mendaftar menjadi PNS. Hanya aku
yang bisa memenuhi keinginan bapak ibu. Suamikupun
bertekad akan segera menyelesaikan kuliahnya. Walaupun
dia saat itu hanya guru honorer di sebuah sekolah swasta,
suamiku masih memiliki cita‐cita ingin memperbaiki tingkat
ekonomi, agar tidak seperti bapak.
Akhirnya kami memutuskan aku akan menuruti keinginan
bapak ibu dan mertua untuk mendaftar PNS. Suamiku
berpesan kepadaku untuk mengikhlaskan niat untuk
membahagiakan orang tua. Masalah warung nanti dipikir
belakangan, karena tanggal pendaftaran semakin mendesak
dan syarat‐syarat yang harus dipenuhi lumayan banyak. Aku
meminta syarat kepada suami, aku mau mendaftar PNS
32 | Danarti

