Page 51 - Edelweis Bayan_Neat
P. 51
)4 :ميرم( »ابيش سأ�رل� لعَتش�و يّنم مظعَل� نهو ينإ� بر« :ايركز ناسل ىلع ىلاعَت لاقَو .3
أ
:ةبوجلا�
/ةعناملا ةنيرقلا
ةراعتسلاا عون عماج هنم راعتسم هل راعتسم راعتسم
ةيلادلا
.1
.2
.3
.4
.5
.6
.7
.8
1. Pembagian Isti’arah berdasarkan muta’allaqnya
Sebelum masuk ke pembahasan teori, mari kita perhatikan beberapa bait lagu karya Iwan Fals
berikut:
“Tikus-Tikus Kantor “
Kisah usang tikus-tikus kantor Yang suka berenang di sungai yang kotor
Kisah usang tikus-tikus berdasi Yang suka ingkar janji lalu sembunyi
(selebihnya silakan temukan dan nyanyikan bersama)
Sepertinya tidak perlu dijelaskan lagi bahwa tikus kantor maupun tikus berdasi ialah musta’ar minhu
dari koruptor. Akan tetapi coba perhatikan kata-kata yang bergaris bawah di atas. Apakah teman-
teman sudah menemukan perbedaannya? Jika belum, mari perhatikan pembahasan berikut:
a. Isti’arah Murasysyahah
“Ialah Kyai Fuad, sosok yang menasional dan menyinari perbahasa Araban di Indonesia. Men�
tari dari Tasikmalaya itu senantiasa menyinari relung-relung jiwa santri melalui tanya tentang siapa
namanya, anak siapa, dan dari mana. Demi mengingat satu per satu santri yang ia diamanahi meski
seribu kali lupa sekalipun.”
“Menyinari” pada kata di atas sesuai dengan kata mentari, yang jelas maksudnya kepada Kyai
Buku Ajar Edelweis Bayan 49