Page 56 - Edelweis Bayan_Neat
P. 56
أ
روملا� تلاكشم هيأ�ر ءاضأ� .3
رت�وتمل� اهلبن ىمرم كتلعَج # ةبيش كب تأ�ر نإ� ايانمل� ىرأ�و .4
هساطرقَ قوف ىّنغ وأ� هت�ود نم هملقَ برش �ذإ� سانل� بتكأ� نلاف ناك .5
أ
:ةبوجلا�
عون /ةعناملا ةنيرقلا راعتسم
مئلام عماج هل راعتسم راعتسم
ةراعتسلاا ةيلادلا هنم
D. Majaz Mursal
Setelah sekilas mengenal dan ber�
latih Majaz Mursal pada sub-bab “Pemba�
gian Majaz Ditinjau dari Segi ‘alaqahnya”.
Di bagian ini kita akan membahas secara
lebih detail terkait majaz mursal. Gambar
berikut mungkin bisa mengingatkan kem�
bali teman pembaca pada contoh yang
pernah digunakan terdahulu:
Pada pembahasan terdahulu kata
(Gambar 2.4 Timnas Indonesia) “Indonesia” disebutkan (madzkur), untuk
maksud (murad) “Tim Sepakbola Indonesia”. Antara Indonesia dan Tim Sepakbola Indonesia tidak
ada hubungan saling menyerupai (musyabahah) sehingga disebutlah mursal. Akan tetapi penyebutan
Indonesia dengan maksud Tim Sepakbola Indonesia bisa terjadi karena adanya ikatan lain yang dalam
kasus ini ialah pertautan berupa penyebutan keseluruhan dengan maksud sebagian. Kata “Indonesia”
tercegah untuk dimaknai aslinya karena adanya qarinah haliyyah, yakni tak mungkinnya seluruh orang
Indonesia ikut bermain melawan Bahrain.
Baik, kemudian setelah jauh pembahasan bayan hingga ke Majaz mursal, lantas apa perbedaan�
nya dengan tasybih mursal? Perhatikan tabel berikut:
54 Buku Ajar Edelweis Bayan