Page 151 - BUKU KATA FADLI CATATAN KRITIS DARI SENAYAN
P. 151

Dr. Fadli Zon, M.Sc





                                                (8)

                                   PEMERINTAH KEMBALI
                               INGKAR JANJI HARGA BBM


               K            ENAIKAN  harga BBM non-subsidi per 1 Juli 2018 kemarin



                            menunjukkan pemerintahan Presiden Joko Widodo memang
                            tak memiliki pola dalam menyusun kebijakan harga BBM.
                            Dalam enam bulan terakhir saya mencatat sudah lima kali
                            harga BBM dinaikkan. Tapi kenaikan itu tak ada polanya. Dulu
                 pemerintah menyatakan akan meninjau harga jual BBM setiap tiga bulan
                 sekali. Sekarang yang terjadi tiap bulan bisa terjadi kenaikan harga BBM.
                 Bahkan, pada rentang 13 Januari hingga 24 Februari lalu, tiap minggu ada
                 kenaikan harga BBM.
                      Kini kita memang sudah menjadi importir minyak. Jumlah  lifting
                 minyak pada 2018 menurut SKK Migas diperkirakan sekitar 769.795 barel
                 per hari (bph), sementara jumlah konsumsi BBM sekitar 1,6 juta bph. Namun
                 itu bukan alasan untuk melepas harga BBM pada fluktuasi harga pasar.
                 Fluktuasi bisa memunculkan ketidakpastian. Nah, pemerintah harusnya
                 mengintervensi ketidakpastian tersebut. Jangan lepas tangan.
                      Dulu, ketika harga minyak anjlok, pemerintah menurunkan harga
                 BBM. Namun besarannya sangat kecil. Kini, giliran harga minyak naik,
                 masyarakat dibiarkan menghadapi fluktuasi harga yang terus berubah tiap
                 bulan. Ini kan tidak fair.
                      Sejak lahirnya Peraturan Presiden (Perpres) No. 191/2014, fungsi
                 kontrol DPR atas kebijakan harga BBM juga sudah diamputasi oleh
                 pemerintah. DPR hanya dibutuhkan persetujuannya jika terkait penetapan
                 harga Premium saja, sementara untuk penetapan harga BBM jenis lain
                 semuanya kini diputuskan sepihak oleh pemerintah. Khusus BBM non-
                 subsidi, penetapan harganya bahkan langsung diserahkan ke Pertamina,
                 seolah tak lagi diatur oleh pemerintah.
                      Coba saja baca Peraturan Menteri ESDM No. 34/2018, yang




                144 KATA FADLI
   146   147   148   149   150   151   152   153   154   155   156