Page 157 - Potret Perjuangan Bapak Hukum Agraria Prof. Boedi Harsono
P. 157
Oloan Sitorus & Taufik N. Huda
melakukan kegiatan-kegiatan di kantor secara aktif, seperti mengikuti rapat-
rapat, hadir dalam seminar, memberikan kuliah di Program Sarjana dan
Pascasarjana, tiba-tiba untuk melangkahkan kaki saja mengalami kesu-
litan. Menurut dr. Bambang, yang juga adalah menantu beliau, sedikit
banyak ini membawa pengaruh secara psikis kepada Bapak. Jika ada teman
yang mengunjungi beliau di Rumah Sakit, pasti beliau ingin ikut ke
Trisakti. Kondisi ini berlangsung hingga hari Jumat tanggal 23 Septem-
ber 2011. Hari itu adalah satu hari menjelang HUT UUPA. Dan beliau
ingat betul. Saya ditelepon Mbak Rini, karena sepanjang malam itu dalam
posisi tiduran Bapak memberikan kuliah Hukum Agraria, terutama tentang
Hak Guna Usaha. Pagi harinya saya kembali ditelepon oleh Mbak Rini,
untuk mendengarkan pidato Bapak berkaitan dengan HUT UUPA. Jelas
terdengar dari telepon, suara Bapak antara lain mengatakan: “Saudara-
saudara, hari ini adalah Hari Ulang Tahun Undang-Undang Pokok Agra-
ria, saya akan terus memperjuangkan nasib saudara-saudara petani agar
kesejahteraan saudara-saudara petani dapat segera terwujud.” Mendengar
kata-kata itu, saya terkesima, terdiam, segala perasaan berkecamuk jadi
satu.
Setelah menyampaikan “pidato HUT UUPA” rupanya oleh karena
hampir sepanjang malam sebelumnya tidak tidur, karena “sibuk”
memberikan kuliah, dan pagi harinya “berpidato” tentang UUPA,
akhirnya Bapak terkena serangan jantung, dan terpaksa harus masuk ke
Ruang ICU. Begitulah Bapak di Ruang ICU, kami silih ganti mengunjungi
beliau, kami ingin selalu dekat dengan beliau, mendampingi beliau. Bebe-
rapa hari di ruang ICU, Bapak masih sadar dan masih bisa berkomunikasi,
sampai dengan hari Minggu tanggal 16 Oktober 2011, beberapa kali
saya disms oleh Mbak Rini yang isinya kalau Bapak dalam kondisi yang
sangat mengkhawatirkan. Hari Senin, tanggal 17 Oktober 2011 saya
terakhir bertemu dengan Bapak. Saya masih membisikkan doa di telinga
Bapak, dan terus menaikkan doa kepada Yang Maha Kuasa, untuk kesem-
144

