Page 217 - Perjuangan Landreform Masyarakat Perkebunan: Partisipasi Politik, Klaim dan Konflik Agraria
P. 217
Perjuangan Landreform Masyarakat Perkebunan 205
(CMD), yaitu kebun Soekokerto-Adjong yang melakukan serah
terima dengan baik. Bahkan sebelum terjadi proses pengambilalihan
telah memberikan kesempatan kepada karyawan dari Indonesia
untuk memegang jabatan opziener (pengawas atau
sebagaimana yang telah disebutkan pada sub-bab di atas.
Guna mempertegas aturan tentang nasionalisasi, pada tanggal
6 Februari 1959 pemerintah mambentuk Badan Nasionalisasi
(Banas) berdasarkan PP No. 3/1959. 31 Adapun alasannya adalah guna
menjamin koor dan pengawasan terhadap perusahaan y telah
dinasionalisasikan. Kemudian pada tanggal 23 Februari 1959 Presiden
Soekarno menetapkan Peraturan Pemerintah No. 4 tahun 1959 tentang
Penentuan Perusahaan Pertanian/Perkebunan Tembakau Milik Belanda
yang dikenakan nasionalisasi. Berdasar atas Pasal 2 PP ini terdapat
sembilan (9) perusahaan perkebunan milik Belanda yang dikenakan
nasionalisasi di Indonesia, empat diantaranya berada di Jember:
Djembersahaan
1. Milik NV. Landbouw Maatschappij Out peru
tembakau dengan sembilan wilayah perkebunanny yaitu
Adjong Gambirono Kert Oost Djember West J
kesemuanya ini terletak di daerah Jember, ditambah Nangkaan
yang terletak di Bondowoso.
2. Milik NV. Besoeki Tabaks Maatschappij perusahaan perkebunan
tembakau yang memiliki tiga tempat perkebunannya, yaitu
Modjo Jember y dua berada Bondowoso y
di Soember Djeroek dan di Tamansari.
3. Milik NV. Maatschappij Djelboek perkebunan
perusahaan
tembakau yang memiliki dua areal di Djelboek dan Soekokerto/
Adjong yang keduanya terletak di Jember.
4. Milik NV. Landbouw Maatschappij Soekowono
perusahaan
perkebunan tembakau yang memiliki areal perkebunan di
daerah Sukowono Jember.
31 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No. 1731, 1959.

