Page 127 - Educational HYpnosis
P. 127
Educational Hypnosis (2018)
Free Ebook by Zainurrahman, S.S., M.Pd., CHt.
Zonahypnosis.wordpress.com
5.1. Latar Belakang Historis
Sejauh yang telah kita bahas bersama, pikiran bawah sadar dan kontennya
memainkan sejumlah peranan penting di dalam kehidupan kita, tidak terkecuali
para siswa kita di sekolah. Pikiran bawah sadar, dan segala kompleksitasnya,
dapat dipahami melalui disiplin ilmu psikologi. Sementara itu, eksplorasi terhadap
areal vital pikiran manusia tersebut serta bagaimana memanfaatkan apa yang
dimilikinya setidaknya dapat dipercayakan kepada hypnosis. Berbagai studi di
dalam hypnosis telah menghasilkan berbagai protokol eksplorasi dan pemanfaatan
hypnosis dalam berbagai tujuan kemajuan; ini terus berkembang dari waktu ke
waktu, protokol, metode, prosedur, terus dikembangkan oleh para ahli di bidang
ini berdasarkan kajian danpengalaman empiris mereka. Dapat dikatakan, hypnosis
termasuk salah satu kajian yang tidak akan diketahui batas perkembangannya.
Perkembangan hypnosis telah melalui sejarah yang cukup panjang.
Meskipun demikian, sepertinya panjangnya waktu yang dilalui dengan
eksperimen-eksperimen pikiran bawah sadar hypnosis sampai saat ini belum
berhasil memikat dunia; hari ini, hypnosis seolah-olah masih menjadi “alien”
dalam kehidupan pendidikan. Jangankan demikian, di kalangan para ahli hypnosis
sendiri masih terdapat berbagai perbedaan bahkan hanya tentang definisi
hypnosis sendiri. Meskipun mereka sepakat bahwa pikiran bawah sadar
merupakan wilayah kerja hypnosis, meskipun mereka sepakat bahwa perubahan
individu ke arah yang lebih baik merupakan tujuan hypnosis, namun masing-
masing ahli hypnosis merasa berhak untuk merumuskan definisi mereka sendiri.
Hari ini, hypnosis sendiri masih dapat dibayangkan sebagai entitas tanpa
induk dari disiplin ilmu tertentu. Hypnosis lahir dari temuan-temuan empiris yang
didasarkan pada kajian medis tentang praktik-praktik “mistik” yang dilakukan oleh
para “penyembuh” dari zaman Mesir kuno yang melakukan apa yang mungkin
Anda pernah dengar, terapi tidur. Para “penyembuh” ini tentunya dapat
melakukan pekerjaan mereka dengan baik, meskipun tanpa memahami
mekanisme alamiah dan ilmiah apa yang melatarbelakangi hal tersebut. Hari ini
pula, hypnosis sudah menjadi salah satu kajian ilmiah yang menurut saya harus
dikembalikan pada disiplin ilmu psikologi, meskipun saya tidak yakin di cabang
psikologi yang mana hypnosis ini harus ditempatkan. Uniknya, sangat sedikit
pakar di bidang psikologi di berbagai cabangnya yang mengakui hypnosis sebagai
salah satu asuhannya. Sangat mengejutkan, hanya kaidah-kaidah psikologi yang
dapat menjelaskan fenomena hypnosis namun mayoritas psikolog
mengingkarinya. Hal ini dapat dilihat dari maraknya jumlah penelitian yang
dilakukan oleh peneliti psikologi yang terkesan begitu “bernafsu” menekan tingkat
kepercayaan masyarakat bahwa hypnosis sangat menjanjikan perubahan individu
ke arah yang lebih baik dalam berbagai konteks. Sementara itu, realitanya,
120

