Page 30 - Educational HYpnosis
P. 30

Educational Hypnosis (2018)
                                                                Free Ebook by Zainurrahman, S.S., M.Pd., CHt.
                                                                                Zonahypnosis.wordpress.com

                  maka  hal  ini  terjadi  sebagai  kontinum  sejak  usia  0  tahun;  karena  manusia
                  memulai pengalamannya sejak dilahirkan.

                         Berdasarkan pada teori Dewey dan Piaget, maka logikanya adalah bahwa
                  sesungguhnya  tidak  ada  yang  benar-benar  baru  dipelajari  oleh  siswa  (Blake  &
                  Pope, 2008). Para siswa hanya mengalami experiential continuum. Dan disinilah
                  peran  educational  hypnosis  untuk  membantu  “pemaknaan  kembali”  segala
                  pengalaman yang memang membutuhkan makna baru. Dari sudut pandang ini,
                  siswa  dipandang  memiliki  kemampuan  dasar  untuk  menyelesaikan  tugasnya
                  secara mandiri dan ini sebagaimana yang digagas oleh Vygotsky di dalam teorinya
                  Zone of Actual Development (ZAD). Tentu saja kita tidak dapat menuntut seorang
                  anak  usia  5  tahun  untuk  bermain  bola  basket  karena  ini  menuntut  kecerdasan
                  kinestetik dan keterampilan fisik yang harus dilatih sesuai dengan perkembangan

                  fisiknya.  Tetapi  secara  kognitif,  jika  anak  usia  5  tahun  pernah  menonton
                  pertandingan atau permainan bola basket, maka informasi tentang menggunakan
                  tangan dalam menggiring bola dan memasukannya ke dalam keranjang sudah ada
                  di dalam otaknya.

                         Siswa pada dasarnya memiliki latar belakang pengalaman dan pengetahuan
                  yang menopang dirinya untuk memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru;
                  baik  secara  asimilasi  maupun  akomodasi.  Apabila  siswa  tersebut  mengalami
                  kesulitan  untuk  memperoleh  pengalaman  atau  pengetahuan  yang  baru  karena
                  terjadi ketidakseimbangan antara pengalaman dan pengetahuan lama dan yang
                  baru  (ini  disebut  disequilibrium)  maka  yang  dibutuhkan  adalah  interaksi  yang
                  menyampaikan siswa pada zona seimbang. Situasi yang dialami oleh siswa yang
                  membutuhkan bantuan interaktif inilah yang disebut oleh Vygotsky sebagai Zone
                  of Proximal Development (ZPD).

                         Baik ZAD maupun ZPD Vygotsky merupakan teori internalisasi pengalaman
                  menjadi pengetahuan dan kepercayaan yang merupakan bagian dari basis konsep
                  pendidikan  John  Dewey  dan  konsep  pembelajaran  dan  perkembangan  kognitif
                  Jean Piaget.

                         Educational  Hypnosis  bekerja  bukan  hanya  pada  tataran  sistem
                  pengalaman  yang  membentuk  sistem  pengetahuan,  tetapi  juga  sistem
                  kepercayaan.  Jika  kita  bersedia  melakukan  abstraksi  dari  beberapa  gagasan  di
                  atas, maka kita akan sampai pada titik tunggal bahwa pengalaman membentuk
                  pengetahuan  dan  kepercayaan.  Pengetahuan  dan  kepercayaan  merupakan  hasil

                  dari pikiran yang mana pikiran itu sendiri merupakan produk dari kerja otak dalam
                  membentuk  jaringan  sinaps.  Jaringan  sinaps  itu  sendiri  membentuk  pola-pola
                  tersendiri.  Pola  itu  kemudian  membentuk  pola  pikir.  Pola  pikir  itulah  yang  kita
                  sebut  sebagai  mindset  yang  berbeda  antara  satu  siswa  dengan  siswa  yang
                  lainnya.  Hal  ini  relevan  dengan  apa  yang  dinyatakan  oleh  Bos  (2002)  bahwa



                                                             23
   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35