Page 62 - Educational HYpnosis
P. 62
Educational Hypnosis (2018)
Free Ebook by Zainurrahman, S.S., M.Pd., CHt.
Zonahypnosis.wordpress.com
Pada bagian sebelumnya, beberapa kali kita sudah menyebut emosi sebagai salah
satu produk yang diproduksi dan dikelola di dalam otak, khususnya di bagian
sistem limbik dan amygdala; bahkan, sistem limbik disebut sebagai emotional
processing system. Ini berarti kognisi dan emosi diciptakan bersamaan di dalam
otak, meskipun pada region yang berbeda. Adapun relevansi antara kedua produk
ini, kognisi (baca: pikiran) dan emosi (baca: perasaan) terletak pada
kebutuhannya terhadap stimulus, data, atau informasi sebagai input. Ini artinya
“bahan mentah” dari pikiran dan perasaan itu sama; meskipun keduanya
merupakan kecerdasan yang berbeda.
Emosi bisa dimengerti sebagai bentuk respons mental terhadap suatu
stimulus seperti keadaan, kejadian, situasi, benda, atau orang lain. Respons
mental atau emosi yang kita alami terhadap suatu objek sangat dipengaruhi oleh
makna yang kita berikan terhadap objek tersebut. Sementara itu, suatu makna
yang diberikan terhadap suatu objek tergantung pada kesadaran kita akan nilai
objek itu. Ketika makna dari objek itu berubah (menurut kita), maka emosi kita
terhadap objek itu juga akan berubah (Frijda, 1988:350).
Kita senantiasa memberikan makna terhadap segala sesuatu yang
merupakan bagian dari struktur pengalaman dan hidup kita, atau realitas-realitas
di sekeliling kita yang terlibat di dalam struktur kehidupan kita. Makna yang kita
berikan pada suatu objek dipengaruhi oleh hubungan objek tersebut dengan
berbagai tujuan kita yang berkaitan atau melibatkan objek tersebut. Yang saya
sebut dengan “realitas” disini bukan hanya sekedar kejadian atau objek-objek
nyata. Imajinasi bisa menghasilkan emosi jika konten dari imajinasi tersebut
adalah hal-hal atau objek-objek realistis yang terlibat di dalam hidup kita atau
yang menurut penilaian kita penting. Kita bisa menyaksikan atau bahkan
mengalami bagaimana sebuah film, novel, lagu, dan makhluk-makhluk fiktif
lainnya bisa menghasilkan emosi tertentu. Hal itu disebabkan oleh relevansi
konten dari objek tersebut memiliki nilai atau terlibat di dalam struktur hidup dan
pengalaman kita. Dengan demikian, emosi memiliki pengaruh yang kuat terhadap
persepsi kita terhadap dunia (Borsch, Pourtois, & Sander, 2010).
Emosi kita memiliki pengaruh terhadap kognisi kita, dan begitu pula
sebaliknya; bahkan terdapat klaim bahwa emosi merupakan salah satu bentuk
kognisi (Cacioppo & Berntson, 2007). Kita bisa menemukan berbagai teori yang
membahas emosi yang kadang berujung pada kesimpulan yang berbeda. Namun
tujuan bagian ini bukan untuk membahas perbedaan teori tentang emosi, tidak
juga untuk membahas emosi secara mendetail sebagaimana yang dibahas di
dalam literatur-literatur psikologi dan neurologi (meskipun kita menggunakan
literatur-literatur tersebut untuk memahami emosi dan pengaruhnya dalam
pendidikan, khususnya yang relevan dengan educational hypnosis).
55

