Page 16 - Komunikasi Strategis
P. 16

jangka panjang bersifat tidak konkret (intangible) dan lebih berorienta-
              si pada manajemen strategis. Alhasil, pengelolaan komunikasi strategis
              organisasi memerlukan penguasaan manajemen objektif (management
              by objective) sekaligus  manajemen strategis (strategic management)
              yang berlaku pada organisasi tersebut. Kebutuhan 2 (dua) bentuk pe-
              rencanaan  komunikasi strategis menjadi ciri bagi kelima komunikasi
              strategis. Adapun perincian dari manajemen objektif (management by
              objective) dan manajemen strategis (strategic management) adalah se-
              bagai berikut.

              1.  Pengelolaan Komunikasi Strategis Berdasarkan
                  Mana jemen Objektif (Management by Objective)
              Sven Windahl, Benno H. Signitzer, dan Jean T. Olson (1992: 19) menya-
              takan bahwa  manajemen komunikasi  yang berorientasi  pada tujuan
              (management by objective) adalah sebuah usaha terencana dari komu-
              nikator (sender) untuk memengaruhi khalayak (audience) melalui satu
              atau seperangkat pesan tertentu. Melalui pernyataan tersebut, penge-
              lolaan program komunikasi strategis organisasi memiliki tujuan yang
              jelas, yaitu untuk mengubah perilaku khalayak sesuai tujuan yang dite-
              tapkan oleh pihak perencana program komunikasi. Sering kali, peren-
              canaan komunikasi yang berorientasi pada tujuan (management by ob­
              jective) juga disebut sebagai pendekatan yang bersifat instrumentalis.
              Terkait dengan karakteristik perencanaan komunikasi instrumentalis ini,
              Windahl, dkk. menguraikannya sebagai berikut.
              a.  Pekerjaan  yang  dapat  dilakukan dalam jangka  pendek maupun
                  jangka  panjang,  tetapi  dengan  penekanan  khusus pada  peren-
                  canaan jangka panjang (long­term planning).

              b.  Pendekatan komunikasi yang diatur dari bawah (bottom­up) lebih
                  diutamakan  daripada  komunikasi yang  dilakukan dari  atas  (top
                  down). Artinya, isi pesan komunikasi didasarkan atas hasil eksplorasi
                  terhadap aspirasi dan kebutuhan khalayak (audiens).

              c.  Komunikasi yang bertujuan lebih umum dan luas berbeda dengan
                  kampanye  yang  memiliki  tujuan  khusus dan  pasti  (fixed).  Karak-
                  teristik ini tampaknya lebih sesuai untuk perencanaan komu nikasi
                  sosial, seperti kampanye kesehatan  atau  penyuluhan  pertanian.




              4    Komunikasi Strategis
   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21