Page 18 - Komunikasi Strategis
P. 18
Dalam kerangka ini, penyelenggara kampanye dapat mengum-
pulkan berbagai teori untuk merumuskan strategi kampanye yang
efektif.
b. Pendekatan manajemen yang berorientasi pada tujuan (manage
ment by objectives/MBO) digunakan dalam perencanaan. Hal ini
dilakukan untuk memastikan terjaminnya produksi pesan yang
relevan dan hasil kampanye yang terukur.
Perencanaan komunikasi instrumentalis merupakan kegiatan ko-
munikasi dengan basis manajemen yang berorientasi pada tujuan
(management by objectives/MBO). Oleh karena itu, penetapan dampak
atau efek yang ingin dicapai dari suatu program komunikasi menja-
di sesuatu yang sangat penting sejak awal pengembangan program.
Ketercapaian dampak atau efek yang direncanakan itu dapat terjadi
apabila perencana komunikasi (communication planner) membuat pe-
rencanaan yang kreatif dan sistematis (systematic and creative commu
nication planning). Perencanaan itu dimulai dari pengaturan jenis,
tahapan dan jadwal kerja, penyediaan tenaga, sarana dan prasa rana,
serta pendanaan. Perencanaan tersebut didasarkan atas hasil riset dan
pemahaman atas situasi lapangan (situational analysis) hingga evaluasi
dan pemantauan.
Perencana komunikasi harus bersifat kreatif. Kreativitas dimak-
sudkan sebagai kemampuan untuk selalu mencari solusi inovatif atas
masalah komunikasi, merumuskan pesan-pesan baru, menemukan dan
menggabungkan saluran-saluran baru, serta melakukan pembatasan
atau segmentasi khalayak dengan cara yang menarik dan mungkin
penuh humor. Selain itu, perencana komunikasi diharuskan bersifat
sistematis. Hal itu dimaksudkan agar perencana komunikasi bekerja
sesuai dengan tahapan. Tahapan komunikasi yang sistematis dilakukan
dengan menganalisis tujuan awal kampanye, menjangkau seluruh
kelompok penerima yang berkepentingan, menyebarkan pesan dengan
cara yang tepat, dan melaksanakan evaluasi serta tindak lanjut dari
evaluasi yang didapatkan (Windahl, dkk., 1992: 20).
6 Komunikasi Strategis

