Page 27 - Komunikasi Strategis
P. 27
dapkan pada masalah efektivitas komunikasi yang menjadi isu penting
bagi pemilik program. Pemilik program umumnya sangat menginginkan
ketercapaian tujuan dari PPKS, baik pada level kognitif, afektif, maupun
psikomotorik. Hal ini dapat dipahami karena pemilik program telah me-
ngeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mendanai penyusunan PPKS
dan pelaksanaannya. Padahal, praktisi komunikasi menyadari bahwa me-
yakinkan khalayak sasaran dari sebuah program komunikasi bukanlah
perkara yang mudah.
Khalayak sendiri terdiri dari beragam macam lapisan sosial, tingkat
pendidikan, perbedaan jenis kelamin dan umur, serta perbedaan kepen-
tingan dan tujuan dalam berkomunikasi, maupun faktor-faktor lainnya.
Dalam dunia komunikasi, kompleksitas kondisi psikologi sosial khalayak
tercermin dengan teori Fenomena Gunung Es (Ice Berg). Teori ini menun-
jukkan betapa kompleksnya interaksi komunikasi, seperti yang terlihat
dalam Gambar 1.2.
Orang
Komponen yang
tampak
Simbol Media
Makna Belajar Subjektivitas
Negosiasi Budaya Level dan Konteks Komponen yang
tidak tampak
Acuan Diri Refleksi Diri Ketakterhindaran
Sumber: Ruben & Stewart, (1998: 64).
Gambar 1.2 Fenomena Gunung Es (Ice Berg) Komunikasi
Dengan memahami fenomena gunung es, penyusunan PPKS akan
sangat membantu kesuksesan kampanye komunikasi. Kampanye tidak
dapat sembarangan dilakukan dengan mengabaikan struktur sosial
dan psikologis khalayak. Dalam setiap kampanye, khalayak penting
untuk tidak dianggap enteng, tetapi diberikan empati yang mendalam
terhadap keadaan yang dialami oleh mereka. Komunikasi dalam kam-
panye bukan sekadar dibicarakan kepada khalayak, melainkan juga
Bab 1 Dasar-Dasar Komunikasi Strategis 15

