Page 160 - 16Feb18-BG Kristen kelas IX.indd
P. 160
yang hebat untuk berubah dan beradaptasi. Padahal dari antara semua makhluk
hidup, manusialah satu-satunya yang dilahirkan tanpa kemampuan ”berbahasa”,
sementara binatang-binatang lainnya memiliki kemampuan tersebut. Namun dengan
kemampuan yang dikaruniakan Tuhan, manusia bukan hanya beradaptasi, tetapi juga
mampu mengembangkan berbagai kecakapan dan kecerdasan yang ada di dalam
dirinya.
Kegiatan 3
1. Mintalah siswa untuk memperhatikan dunia sekeliling mereka dan catatlah
perubahan-perubahan apa saja yang dilakukan oleh manusia terhadap alam
sekitarnya atau terhadap cara hidupnya sendiri supaya hidupnya menjadi lebih
nyaman dan lebih baik!
2. Setiap perubahan membawa konsekuensi. Ketika manusia menemukan batu
bara dan minyak bumi, ia berhasil menciptakan berbagai benda modern dan
mengubah hidupnya, seperti kendaraan, tenaga listrik, dan lain-lain. Namun hal
ini juga mengakibatkan rusaknya bumi. Mintalah siswa untuk memperhatikan,
sejauh mana perubahan-perubahan yang terjadi mengorbankan lingkungan hidup
sehingga justru menimbulkan bencana bagi alam dan makhluk-makhluk lain!
Apa yang seharusnya dilakukan manusia untuk mengurangi atau menghindari
kerusakan-kerusakan ini?
3. Kesimpulan apa yang dapat ditarik dari pengamatan di atas?
E. Umat Allah yang Berubah
Umat Allah juga selalu berubah. Tuhan tidak ingin umat-Nya tetap hidup sama
seperti dahulu. Zaman terus berubah, keadaan selalu berubah, maka gereja dan umat
Allah pun harus ikut berubah pula agar mampu menghadapi dan bertahan dalam
perubahan tersebut. Perubahan ini juga dikerjakan oleh Allah sendiri. Dalam Kitab
Yesaya TUHAN Allah berkata demikian:
19 Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru yang sekarang sudah
tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan
20
di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara. Binatang hutan
akan memuliakan Aku, serigala dan burung unta, sebab Aku telah membuat
air memancar di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara untuk
memberi minum umat pilihan-Ku (Yes. 43: 19–20)
Kata-kata ini disampaikan Tuhan Allah kepada bangsa Israel yang hidup di
pembuangan di Babel. Mereka hidup merana dan menderita karena tinggal di negeri
asing. Apa yang tampak di hadapan mereka seolah-olah padang gurun dan belantara
saja. Tidak ada kehidupan! Namun Israel tidak akan lebih lama lagi menderita.
Tuhan akan membebaskan mereka. Tuhan akan menciptakan pembaruan. Israel yang
dibebaskan akan menjadi Israel yang baru, umat Allah yang taat.
Kelas IX SMP
152

