Page 161 - 16Feb18-BG Kristen kelas IX.indd
P. 161

1. Pembaruan umat Allah
                    Pembaruan selalu menjadi tema penting dalam pesan-pesan Tuhan Allah kepada
                 umat Israel. Dalam Kitab Yosua 24 dikisahkan bahwa Yosua mengumpulkan bangsa
                 Israel di Sikhem. Yosua sudah lanjut usia dan ia tahu bahwa sebentar lagi ia harus
                 meninggalkan bangsa itu.  Yosua khawatir karena bangsa Israel adalah bangsa
                 yang keras kepala dan mudah sekali berpaling dari Tuhan. Oleh karena itu, Yosua
                 mengisahkan kembali perjalanan bangsa itu sejak pertama kali Tuhan memanggil
                 Abraham dan merencanakan pembentukan bangsa Israel.
                    Pada akhir pidatonya yang panjang, Yosua meminta bangsa Israel untuk memilih
                    15  ”Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada Tuhan, pilihlah
                    pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek
                    moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang
                    negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah
                                      20
                    kepada Tuhan!” …   Apabila kamu meninggalkan Tuhan dan beribadah kepada
                    allah asing, maka Ia akan berbalik dari padamu dan melakukan yang tidak baik
                    kepada kamu serta membinasakan kamu, setelah Ia melakukan yang baik kepada
                    kamu dahulu” (Yos. 24: 15–20).
                    Mendengar kata-kata  Yosua, seluruh bangsa Israel menjawab, ”Tidak, hanya
                 kepada Tuhan saja kami akan beribadah.” Apa yang dilakukan oleh Yosua di sini
                 adalah mengajak Israel untuk melakukan pembaruan perjanjian mereka bersama
                 Tuhan. Pembaruan perjanjian dan ikatan dengan Allah juga kita lakukan di dalam
                 kehidupan kita sebagai umat Kristen. Dalam kebaktian Minggu, di banyak gereja
                 jemaat diajak untuk mengikrarkan Pengakuan Imannya entah dengan mengucapkan
                 Pengakuan Iman Rasuli atau Pengakuan Iman Nicea. Ini adalah suatu bentuk
                 pembaruan perjanjian kita dengan Tuhan.

                 2.  Gereja sebagai Umat Allah yang Baru
                    Pada hari Pentakosta di Yerusalem, para murid mendapatkan pencurahan Roh
                 Kudus. Dengan pencurahan ini mereka menjadi umat Allah yang baru. Inilah gereja
                 yang terbentuk sebagai penggenapan nubuat Allah dalam Kitab Yoel:

                       17  Akan terjadi pada hari-hari terakhir demikianlah firman Allah bahwa Aku
                       akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-
                       laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat
                       penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.
                       18  Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan
                                                                            19
                       Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.  Dan Aku  akan
                       mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah,
                       di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap (Kisah Para Rasul 2:
                       17–19).




                                                 Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
                                                                                        153
   156   157   158   159   160   161   162   163   164   165   166