Page 162 - 16Feb18-BG Kristen kelas IX.indd
P. 162
Siapakah yang mendapatkan pencurahan Roh Kudus itu? Siapakah yang
mendapatkan penglihatan dan mimpi-mimpi? Pengalaman istimewa ini tidak lagi
terbatas kepada nabi-nabi dan para pelihat. Kini semua orang dapat mendapatkannya.
Roh Allah dicurahkan kepada anak-anak, laki-laki maupun perempuan, teruna-
teruna, orang-orang tua, bahkan juga para hamba laki-laki dan perempuan. Sungguh
suatu peristiwa yang luar biasa, ketika Roh Allah turun dan tinggal di dalam hati
setiap orang, tanpa memandang kelas dan batas usia, tanpa membedakan laki-laki
dan perempuan.
3. Gereja yang Diperbarui
Gereja sebagai umat Allah juga terus-menerus mengalami pembaruan. Pada
tanggal 31 Oktober 1517, Martin Luther memakukan 95 dalilnya di pintu gereja
di Wittenberg, Jerman. Dalam ke-95 dalilnya itu Luther menuliskan hal-hal
yang dianggapnya telah menyimpang yang terjadi di dalam gereja, antara lain
penyalahgunaan kekuasaan kepausan, nepotisme, penjualan jabatan, penjualan surat-
surat pengampunan dosa, dan lain-lain. Luther menentang kata-kata Johann Tetzel,
seorang imam Dominikan yang mengatakan bahwa ” Begitu uang jatuh berdenting
di kotak persembahan, pada saat yang sama pula jiwa di api penyucian terbang ke
surga.”
Kritik Luther mendapatkan sambutan luas di Eropa. Namun Gereja Katolik Roma
tidak diam saja menghadapi kritik-kritik Luther tersebut. Walaupun di satu pihak
gereja berusaha menekan Luther, di pihak lain Gereja Katolik Roma pun melakukan
kritik diri dan melakukan apa yang disebut sebagai ”Reformasi Katolik”. Dalam
”Reformasi Katolik” ini terjadi beberapa pembaruan yang menolong Gereja Katolik
berubah dan memperbaiki diri. Dalam ”Reformasi Katolik” ini yang dilakukan antara
lain pembentukan ordo-ordo baru seperti Kapusin, Ursulin, dan Yesuit. Kelompok
Yesuit ini menjadi salah satu yang paling aktif dan efektif. Mereka bekerja keras
dalam dunia pendidikan, membantu dalam pemberitaan, serta menjadi penasihat bagi
raja-raja dan para pangeran. Muncul sejumlah tokoh yang memimpin pembaruan
rohani umat, seperti Ignatius dari Loyola, Teresa dari Avila, Yohanes Salib, dan lain-
lain. yang mengembangkan spiritualitas umat, mengajarkan pertobatan batin kepada
Kristus, pendalaman kehidupan doa, dan komitmen kepada kehendak Allah.
4. Pembaruan melalui Gerakan Pentakostal
Gerakan pentakostal yang melahirkan gereja-gereja Pentakosta dan karismatik,
muncul di Amerika Serikat pada tahun 1901 ketika Agnes Oz man menerima
karunia berbahasa roh di Topeka, Kansas. Gerakan ini muncul dari kelompok
Methodis ketika sejumlah orang merindukan kegairahan dan kesederhanaan dalam
beribadah karena ibadah gereja pada waktu itu menjadi sangat formal dan kaku.
Sama seperti apa yang terjadi pada hari Pentakosta ketika gereja perdana terbentuk,
gereja ini juga menekankan karunia-karunia roh yang dapat dimiliki oleh siapa saja.
Kelas IX SMP
154

