Page 118 - Tan Malaka - MADILOG
P. 118

pertentangan atas gerakan itu, asalnya dari dan berpadu dengan
                       Rohani, dengan Yang Maha Kuasa.

               Buat  ahli  Dialektika  yang  berdasarkan  Benda,  Hukum  Berpikir
               pertentangan  yang  mengandung  seluk-beluk,  tempoh  dan  gerakan  itu
               tiada  lain,  melainkan  Hukum  Gerakan  Benda  pada  Alam  kita  yang
               membayang pada otak manusia, sepeti benda membayang pada cermin.


                   2.  Hegel memulangkan semua benda yang nyata itu pada Absolute
                       Idee.  Absolute  Idee  itulah  yang  membikinnya  seperti  Maha
                       Dewa Rah menitahkan, memfirmankan semua Benda yang ada.

               Buat ahli Dialektika berdasarkan Benda, Absolute Ideenya Hegel itu tak
               lain,  melainkan  satu  Abstraksi.  Satu  perimpian.  Lebih  tegas  lagi  satu
               pemisahan  antara  Benda  dan  Sifatnya,  pemisahan  Benda  dan  Pikiran,
               seperti dilakukan oleh David Hume. Pemisahan Benda dengan Gerakan
               inilah  yang  menentukan  keadaan  Benda.  Semua  Undang  tentangan
               Gerakan yang membayang dalam otak manusia itulah yang diabstrakkan,
               dipisahkan  dari  Benda.  Sebab  satu-satunya  orang  itu  fana,  hidup  dan
               mati,  maka  oleh  Ahli  Mystika  dicarilah  barang  yang  baka,  tetap.  Dari
               sinilah  pemisahan  abstraksi  tadi  berasal.  Bukan  asalnya  dari  Undang
               Gerakan Benda yang membayang pada otak kita, melainkan dari Absolute
               Idee,  Rohani,  Maha  Kuasa,  Maha  Dewa,  Maha  Budha,  dsb  yang  tak
               bergerak itu.


                   3.  Menurut,  Hegel,  maka  kemajuan  masyarakat  kita  ini  berasal  dari
                       kemajuan  pikiran  semata-mata.  Pikiran  kita  ini  berjumpakan
                       pertentangan  dalam  otak,  umpamanya  adil  dan  lalim.  Dalam  bahasa
                       Hegel  ini  berupa  thesis  dan  anti-thesis,  adil  dan  anti-adil  ialah  lalim.
                       Pertentangan  ini  diselesaikan  dalam  otak,  dengan  mendapatkan
                       pengertian baru sebagai synthesis, yakni peleburan dari thesis dan anti-
                       thesis.  Kita  misalkan  saja  peleburan,  synthesis  itu  “Kemakmuran
                       bersama”. Pengertian “Kemakmuran Bersama”, yakni hasil pikiran yang
                       didapat dalam otak ini, akhirnya memajukan benda, memajukan politik,
                       ekonomi, didikan dan tehnik, pesawat dari masyarakat.


               Menurut  ahli  Dialektika  yang  berdasarkan  benda,  kejadian  itu  berlaku
               sebaliknya. Bukan mulanya berlaku dalam otak semata-mata, melainkan
               permulaan  dalam  masyarakat.  Pertentangan  dalam  Masyarakat  itu
               diantara yang Berpunya dengan Tak Berpunya, dipertajam oleh pesawat
               yang  pesat  majunya.  Kemajuan  tehnik  yang  pesat  itu  menambah  Kaya




                                                                                         117
   113   114   115   116   117   118   119   120   121   122   123