Page 157 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 157
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
dah dijalan, baginya kehidupan berlalu saja, ribun kali berganti
lampu merah di pertigaan atau perempatan jalan, mereka masih
disana juga.
Penglihatan Aang pada kehidupan anak Jalanan makin hari ma-
kin terasah. Ia berpikir bagaimana memajukan anak jalanan tan-
pa diharuskan untuk sekolah. Karena tidak mudah membujuk
anak jalanan untuk belajar, apalagi di sekolah formal yang ban-
yak aturan dan mata pelajaran. Dengan latar belakang kehidupan
pondok pesantren, Aang pun berpikir bahwa kampus kehidupan
sebenarnya telah berkembang di Indonesia sebelum negara ini
merdeka, yaitu pondok pesantren.
Bagaimana lembaga pesantren ini mampu mendidik anak-anak
hingga orang dewasa tanpa mengenal usia. Bahkan pesantren
juga mendidik mereka yang sedang bertaubat, mantan preman
dan lain sebagainya.
Pondok pesantren juga terbukti turut menyumbang terhadap
berdirinya negara Republik Indonesia yang sebelumnya dalam
cengkeraman penjajah. Mungkinkah pondok pesantren ini di
modifikasi untuk pendidikan anak-anak jalanan yang secara ke-
hidupan cenderung bebas, tanpa aturan.
Di sela-sela kehidupan Aang sebagai mahasiswa, aktivis PMII,
pengelola rental mobil, dan sebagai santri di Pondok Pesant-
ren al-Math’lab, ia menekuni pendampingan anak-anak jalanan
sekaligus sebagai amanah organisasi kemahasiswaan. Ia bersa-
ma Duaji sahabatnya dari HMI (Himpunan Mahasiswa Islam)
mendampingi anak-anak jalanan di dekat sungai Berantas Kediri
kurang lebih hingga setahunan. Kemudian ditahun berikutnya
anak-anak itu di ajak ke rumah singgah yang didirikannya, yaitu
Rumah Puspita, Komunitas Anak Jalanan.
| 143

