Page 161 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 161
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
kan tawaran yang sama dari Lembaga al-Aqsha dalam hal yang
sama. Namun Aang merasa tidak puas dengan sistem pendamp-
ingan anak melalui program-program yang dikerjakan oleh lem-
baga-lembaga yang ada. Karena setelah selesai program selesai,
pendanaan juga berhenti. Sementara anak-anak jalanan belum
sepenuhnya siap mandiri.
Oleh karena itu, ia berfikir serius bagaimana mewujudkan Ru-
mah Puspita yang didirikan di Kediri dihidupkan juga di Jakar-
ta. Setiap kali mengisi acara bersama GP Anshor dan PWNU
DKI Jakarta ia gunakan untuk bercerita soal cita-citanya. Tibal-
ah kemudian, dalam suatu acara bertemu dengan funding dari
UNICEF. Selain memberikan pendidikan skill untuk pemuda
Anshor dan Banser ia mengikutkan anak-anak jalanan untuk di-
latih skil kewirausahaan.
Di tahun 2000, Aang mempresentasikan gagasan anak jalanan
menuju kemandirian pada PT. Indofood. Dengan seizin Allah,
perusahaan ini memberikan dukungan untuk mengontrakkan ru-
mah di Jalan Tegal Amba No.07 Duren Sawit, Jakarta Timur.
Rumah tersebut kemudian diberinama “Rumah Sahabat Anak
Puspita”, di rumah ini terkumpul 50 anak jalanan. Di rumah ini,
Aang bersama istrinya membimbing anak-anak jalanan den-
gan pendidikan keagamaan, wawasan kebangsaan dan berbagai
skill. Di tempat ini, bersama anak-anak Puspita membuat an-
gan-angan besar untuk mendirikan pesantren kehidupan yang
mempunyai lahan dan bangunan sendiri.
Pergumulannya dengan anak jalanan di Rumah Sahabat Anak
Puspita terus ditekuni. Peserta didiknya terus silih berganti, mer-
eka yang sudah berkeluarga dan bisa mandiri digantikan anak-
anak jalanan yang baru. Perekrutan anak jalanan ini yang awal-
nya dilakukan sendiri bersama istri, lambat laun mulai dibantu
oleh alumni-alumninya.
| 147

