Page 159 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 159
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
Cari Solusi Teruskan Pengabdian
Setelah dilihatnya semua berjalan lancar, dan Rumah Puspita di-
pastikan tetap berjalan, Aang bersama istrinya kembali ke Jakar-
ta. Meski berdua sama-sama keturunan Betawi, tapi sudah lama
meninggalkan Jakarta, maka keluarga baru ini menghadapi ke-
hidupan barunya. Di lingkungan keluarga, Aang diminta untuk
membantu yayasan yang sudah didirikan keluarga yang waktu
itu sudah mempunyai sekolah formal.
Tapi Aang tidak bisa menikmati kehidupan serba formal terse-
but, tiap pagi harus rapi bersepatu. Sedangkan di pikirannya ter-
us merasa tertantang saat melihat anak jalanan di Jakarta yang
jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan yang ada di Kediri.
Namun, untuk memulai mengumpulkan anak jalanan di Ibu Kota
masih perlu dipelajari terlebih dahulu. Apalagi dikehidupan kel-
uarganya yang masih tergolong baru. Untungnya, Aang mem-
punyai istri yang sudah sangat memahami niat perjuangan sua-
minya untuk membantu anak-anak jalanan dan mereka yang
terpinggirkan. Pelajaran yang didapatkan dari PMII dan juga
dari Kiai Mujib.
Darah aktivis yang sudah mengalir dalam diri Aang membuatn-
ya ingin terus berkumpul dengan pergerakan mahasiswa, tapi ia
sudah bukan mahasiswa lagi. Sehingga Aang bergabung dengan
Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (PW-GP) Anshor dan men-
jadi Komandan Banser Jakarta Timur 1997-2002. Di berbagai
kesempatan, Aang sering bercerita tentang bagaimana pendamp-
ingan terhadap anak-anak jalanan, dan bagaimana keresahann-
ya terhadap anak-anak jalanan yang ada di Jakarta yang belum
mendapatkan perhatian dari manapun.
| 145

