Page 158 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 158
ali qahar | Pendiri Pesantren ASSALAM
Di dalam Rumah Puspita ini, anak-anak diajarkan beberapa
pengetahuan dan berbagai macam skill, di antaranya adalah sa-
blon yang diberi logo Putra Puspita Production. Pendidikan skill
yang terus menerus diberikan kepada anak-anak jalanan tersebut
lambat laun membuat mereka mandiri, mampu mencukupi ke-
hidupannya tanpa harus turun ngemis, ngamen atau ngasong di
jalan.
Dari sinilah alumni Rumah Puspita terus diajak untuk merekrut
anak-anak yang masih di jalanan untuk diajak ke Rumah Puspi-
ta, begitu seterusnya hingga hari ini masih berjalan meski tidak
ditunggi langsung oleh Aang.
Sebelum menamatkan kuliah, Aang menemukan pasangan hid-
up yang menurutnya cocok diajak melanjutkan cita-cita dan ga-
gasan besarnya, yaitu Dwi Adlah, Mahasiswi IAIN Sunan Am-
pel, dan juga santriwati di Pondok Pesantren al-Mathlab yang
tentunya juga sudah belajar banyak dari kehidupannya Kiai
Mujib Zuhri. Dwi ini juga putri keturunan Betawi dari Jakarta
Selatan.
Bedanya, jika Dwi kuliahnya serius sehingga lebih duluan tamat
sedangkan Aang lebih banyak waktunya dihabiskan untuk men-
gurus anak-anak jalanan sehingga kuliahnya sempat terbengke-
lai. Selain juga Aang sibuk dengan para wartawan Jawa Pos
yang kemudian ikut gabungsebagai kontributor dalam liputan
dan penulisan berita-berita.
Namun, pernikahannya dengan Dwi berjalan lancar sebelum
Aang wisuda. Setamat kuliah, Aang dan Dwi masih tetap tinggal
di Kediri dengan mengambil tiga kontrakan. Satu untuk dirinya
dan istri, satu untuk rumah singgah anak-anak jalanan, dan satu
lagi untuk rumah produksi usaha bersama anak-anak jalanan.
| 144

