Page 160 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 160
ali qahar | Pendiri Pesantren ASSALAM
Tidak lama kemudian, takdir impiannya untuk bisa mendampin-
gi anak-anak jalanan terwujud bersama program yang dikerjakan
oleh Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat
(P3M) Jakarta. Saat pemerintahan Habibi, P3M mendapatkan
program pengentasan anak jalanan yang di antaranya dititipkan
ke Pesantren Al-wathaniah, Salafiah Al-Wathaniah dan Azziya-
dah. Pondok Pesantren Al-wathaniah ini adalah pesantren awal
yang menjadi tempat menimba ilmu agama di sekitar Jakarta
Timur. Salah satu muridnya adalah KH Muhammad Aly, aya-
handanya Aang. Pesan dari guru Hasbi, Pendiri Alwathaniyah
adalah ketika muridnya mendirikan yayasan agar menyematkan
nama Alwathaniyah di belakangnya, begitu juga yang dilakukan
oleh ayahnya.
Tiga pesantren tersebut yang dititipi anak jalanan ternyata ku-
rang atau tidak siap. Pesantren yang sudah terbiasa mendidik dari
berbagai kalangan ternyata tidak mudah menyatukan anak-anak
santri bersama anak jalanan dalam satu manajemen pendidikan
pesantren. Di sinilah Aang yang sudah dikenal sebagai santri
yang punya pengalaman mendampingi anak jalanan kemudian
diminta untuk mengurusnya. Hal ini sejalan dengan apa yang
hendak dituju untuk mewujudkan cita-citanya membuat kampus
kehidupan untuk anak jalanan dan mereka yang terpinggirkan.
Program P3M dalam mengentaskan anak jalanan menjadi tong-
gak pergumulannya kembali dengan anak jalanan di Jakarta.
Melalui tiga pondok pesantren yang didampinginya inilah, Aang
terus belajar menambah wawasan bagaimana memadukan pen-
didikan anak jalanan dan pesantren. Formulasi ini terus dipela-
jari hingga program tersebut selesai.
Setelah program kontrak dengan P3M selesai, Aang mendapat-
| 146

