Page 165 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 165
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
dampingan niscaya manusia-manusia teladan tersebut mampu
mengetahui masing-masing bakat anak.
Bagi Aang, semua anak punya kesempatan yang sama, mere-
ka sam-sama berhak mendapatkan hak-hak kehidupan, dan juga
pendidikan. Tidak terkecuali anak-anak yang hidup di jalanan.
Mereka semua terlahir dalam keadaan suci, sama seperti yang
lain. Dunia pendidikan itu mestinya ditunjukkan dengan kualitas
kemampuan seseorang, bukan dengan pamer ijazah. Belajar itu
bisa dengan dan dimana saja.
Karena pelajaran tertinggi adalah pengalaman. Ijazah tanpa skill
itu muskil, pendidikan tanpa mempraktekkan itu hanya bualan.
Sebagaimana yang telah ditegas dalam al-Quran, dosa yang ter-
besar adalah ucapan yang tidak disertai tindakan.
Keprihatinan terhadap anak-anak terlantar bisa jadi dirasakan
oleh banyak orang, tapi sampai mau mengabdikan diri, pedu-
li dan sampai menghibahkan hidupnya untuk mereka genera-
si yang terlupakan, tidaklah banyak. Sudah saatnya bangsa ini
mempunyai model pendidikan yang mapan, bukan tiap kali gan-
ti menteri ganti kebijakan.
Jika sistem model kurikulumnya masih terus selalu berubah-ubah
maka pendidikan anak bangsa ini akan semakin tidak jelas. Jika
pendidikan masih diukur dengan ijazah maka akan smakin ber-
tambah lembaga dan perusahaan yang tertipu, terutama lembaga
dan perusahaan dalam merekrut karyawannya dengan standart
ijazah, bukan standart kualitas.
Sebagai hamba Allah, Aang terus menanamkan jiwa pengab-
dian dan pendampingan kepada seluruh anak didiknya. Prinsip
ini sudah menjadi ideologinya sebagaimana yang diajarkan oleh
| 151

